October 20, 2020

Sinar Migran

Media Informasi Pemberdayaan Buruh Migran

Virus Corona: Hong Kong mencatat lagi 13 kasus impor baru

Hong Kong-SM, Sabtu (30/05/2020) Hong Kong telah mencatat lagi 13 kasus virus Corona imporan baru – semuanya tercatat telah kembali dari Pakistan melalui Doha pada hari Kamis.

Pasien yang baru dikonfirmasi diantaranya empat wanita dan sembilan pria, berusia dua hingga 46 tahun, kesemuanya telah dikirim ke Chun Yeung Estate di Fo Tan untuk menjalani karantina wajib selama 14 hari.

Dilansir dari HKFP, Dr Chuang Shuk-kwan, kepala cabang penyakit menular dari Pusat Perlindungan Kesehatan, mengatakan pada hari Jum’at bahwa sejauh ini pihak berwenang telah mencatat total 1.100 orang yang bepergian dari Pakistan, 33 di antaranya telah dites positif untuk Covid-19:
‚ÄúPersentase sekitar tiga persen, yang relatif tinggi jika dibandingkan [dengan] negara lain. ” Dia menambahkan lompatan itu tidak meningkatkan risiko transmisi lokal:
“Ini mencerminkan situasi wabah di Pakistan.”

Hong Kong telah melaporkan 1.079 kasus sejak wabah Covid-19 di Wuhan, China muncul pertama kalinya. Secara global telah lebih dari 5,8 juta orang terinfeksi dan 360.000 orang meninggal dunia, menurut para peneliti di Universitas Johns Hopkins.

Dr Sara Ho dari Otoritas Rumah Sakit menyampaikan, sampai pada Jum’at tengah hari, ada 28 pasien yang dikonfirmasi menerima perawatan di tujuh rumah sakit umum di seluruh kota, salah satunya dalam kondisi kritis, sementara lainya dalam kondisi stabil.

Dia menambahkan rumah sakit saat ini memiliki peralatan pelindung pribadi yang cukup – seperti respirator N95 dan pelindung wajah – untuk persediaan lebih dari dua bulan, meskipun persediaan tetap terbatas.

Ketika ditanya terkait apakah pemerintah berencana untuk meningkatkan jumlah maksimum orang yang diizinkan dalam pertemuan publik dari delapan, Chuang mengatakan masalah itu sedang dalam pembahasan:
“Tidak ada standar ilmiah untuk kapan penularan akan terjadi, sehingga intinya adalah tentang meminimalkan kelompok berkumpul sebagai cara meminimalkan risiko penularan. “

Please follow and like us: