Sinar Migran

Virus Corona: dokumen setebal 193 halaman bocor, pemerintah Hong Kong ahirnya terbitkan daftar bangunan tempat karantina

Hong Kong-SM, Sabtu (29/02/2020) Daftar bangunan dengan penghuni di bawah aturan 14 hari wajib karantina sendiri diterbitkan pada Jumat malam oleh pemerintah, sehari setelah daftar serupa bocor dan menyebar di internet.

Sebuah dokumen setebal 193 halaman, yang diedarkan secara online pada hari Kamis (27/02/2020), merinci lokasi di mana penduduk yang telah melakukan perjalanan ke China daratan telah diperintahkan untuk tetap tinggal di rumah sebagai langkah karantina.

Aturan wajib karantina diberlakukan di Hong Kong bagi siapa pun yang datang dari China – atau telah mengunjungi daratan dalam dua minggu terakhir – akan dikarantina selama dua minggu untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Lusinan anggota dewan distrik memposting tautan ke file tersebut, menuduh pihak berwenang gagal memberikan informasi terkait virus Corona karena kurang transparan..

Namun, daftar 198 halaman, dengan konten serupa, diunggah beberapa jam kemudian ke situs web resmi pemerintahan setelah konferensi pers harian mereka.

Virus pertama kali terdeteksi di Hubei, China, Covid-19 yang mirip SARS telah menginfeksi lebih dari 83.000 orang dan menyebabkan lebih dari 2.800 kematian secara global.

Ada 94 kasus yang dikonfirmasi dan dua kematian di Hong Kong sampai dengan hari Jumat kemarin.

Anggota Dewan Distrik Yuen Long, Wilber Lee menyatakan keprihatinan tentang daftar di Facebook pada hari Kamis:
“Sebagian besar tempat tinggal terletak di daerah padat penduduk seperti pusat kota Yuen Long dan Tin Shui Wai. Kasus bersifat sporadis di daerah pedesaan, dengan kepadatan lebih tinggi di San Tin yang mungkin karena kedekatannya dengan pos pemeriksaan perbatasan. ”

Lee juga memposting peta – dibuat dengan Alamat Hong Kong Parser – menunjukkan sejumlah 562 bangunan di Yuen Long terdapat dalam daftar.

Berdasarkan Stand news, daftar tersebut di diduga telah menyebar dari Kantor wilayah Tuen Mun mengikuti permintaan yang di buat anggota parlemen daerah Ho Hang Mui. Meskipun begitu pemerintah belum memberikan konfirmasi apakah itu sengaja di terbitkan secara resmi setelah dokumen tersebut terlanjur menyebar sehari sebelumnya.

Sumber: hkfp

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *