Sinar Migran

Tragedi PMI dideportasi dan blacklist dari Taiwan kembali terjadi

Taiwan-SM, Minggu (14/03/2021) Kembali Pekerja Migran dari Indonesia (PMI) alami pencabutan ijin kerja di Taiwan oleh Ministry Of Labor – MOL ( Menteri Ketenagakerjaan) dan harus meninggalkan negara Taiwan sebelum akhir bulan.

PMI dengan nama inisial A bekerja di Taiwan baru setahun. Sebelum keberangkatannya A ditarik biaya tunai sebesar Rp 47.000.000,- dan masih dipotong gaji selama 6 bulan pertama bekerja.

Dikarenakan pabrik tidak ada lemburan, PMI ini memanfaatkan hari libur dengan bekerja paruh waktu disalah satu toko Indonesia di wilayah Taipei untuk menghemat pengeluaran dan bisa segera mengembalikan modal biaya keberangkatannya.

A tidak tahu bahwa aktivitas yang dia lakukan beresiko dan melanggar hukum di Taiwan.

Sampai pada bulan Januari petugas Depnaker melakukan penggerebekan mendadak ke toko Indonesia dimana dia bekerja. Petugas mencatat identitas si A tersebut. Sebulan kemudian majikan dia menerima surat dari Depnaker yang berisi tentang pemberitahuan bahwa si A telah melakukan pelanggaran dengan bekerja diluar job.Tidak ayal lagi majikan pun memutus kontrak si A karena sudah menyalahi aturan.

Setelah diputus kontrak, agency masih mengusahakan agar si A bisa bekerja di Taiwan. Namun surat kedua dari MOL pun datang. Berisikan keterangan bahwa si A harus meninggalkan Taiwan dalam waktu 14 hari sejak surat tersebut dikirim dan dicabut ijin kerja atau blacklist dalam istilah umum PMI.

Modal belum kembali, malang tak dapat dihindari imbas ketidakfahaman akan hukum penempatan. A juga harus mengeluarkan biaya sendiri untuk membeli tiket serta test PCR sebagai syarat meninggalkan Taiwan dalam masa pandemi.

Karena masalah tersebut A berusaha menghubungi GANAS COMMUNITY dan meminta bantuan.Tetapi dijelaskan bahwa komunitas tersebut tidak bisa membantu sebab pelanggaran ijin kerja merupakan pelanggaran yang serius dimata Hukum Taiwan. Dan solusi satu satunya hanyalah pulang dan ikuti aturan.

Fajar, Ketua GANAS COMMUNITY menjelaskan kepada SM
” Belajar dari kasus A, kita sebagai PMI di Taiwan jangan pernah bekerja diluar job sebab berakibat fatal dan merugikan diri sendiri”.

Fajar juga berpesan, jangan karena upah seribu dua ribu dari bekerja ilegal PMI harus kehilangan pekerjaan dan kesempatan bekerja di Taiwan selamanya.

Jika ada pelanggaran selama bekerja seperti dipekerjakan diluar job oleh majikan, PMI harus tegas menolak serta berani laporkan.

Taiwan memberlakukan sanksi pelanggaran kontrak kerja bukan hanya deportasi dan blacklist kepada pekerja migran namun juga mencabut ijin majikan mengambil pekerja asing, pungkasnya. ### Fjr

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *