Sinar Migran

Temui Depnaker, puluhan pekerja Panti Jompo tuntut gaji yang dikorupsi dan dimanipulasi

Para pekerja turut hadir dalam mediasi di Depnaker kota Taipei

Taipei-SM, Rabu (17/11/2021) Puluhan pekerja Panti Jompo memenuni  undangan mediasi pertama di Depnaker kota setempat setelah sebelumnya mengadukan dugaan manipulasi gaji yang diterima dari pihak Panti.

Dalam kronologi, puluhan pekerja tersebut bekerja di salah satu Panti Jompo yang berada di New Taipei City.

Selama bekerja, pihak panti disinyalir melakukan pemotongan gaji, membayar gaji yang tidak sesuai dengan gaji pokok dan korupsi uang lembur yang dilakukan selama bertahun tahun.

Menurut pengakuan para pekerja yang menjadi korban, pihak panti beralasan bahwa ada jam lembur yang tidak digaji karena untuk kerja sosial sehingga korban mau tidak mau menerima dan urung menuntut dari awal.
Mereka juga melaporkan tentang mess yang tidak memenuhi standar kelayakan.

Fajar, Ketua GANAS COMMUNITY menjelaskan kepada SM awal mula terbongkarnya kasus di dalam Panti Jompo.

“Awalnya ada anggota kami yang bekerja disana. Mereka menuntut. Dapat haknya,  bahkan boleh pindah ke pekerjaan baru.
Dari kasus tersebut, menyusul puluhan yang lain dengan kasus sama dan mereka mediasinya baru hari ini”. Jelasnya.

GANAS COMMUNITY menerima puluhan pengaduan awal kasus dan meneruskan pelaporan ke TIWA- Taiwan International Workers Association dan langsung bertindak mendampingi.

Dari hasil mediasi hari ini belum membuahkan  kesepakatan tentang kekurangan gaji yang belum terbayar.
Namun pihak Depnaker setempat telah mengabulkan tuntutan para pekerja untuk pindah majikan.
Dan terhitung resmi hari ini, mereka langsung keluar dari panti dimana mereka telah bekerja bertahun tahun menuju ke Shelter untuk ditampung sementara.

Fajar optimis kasus ini akan membuahkan kemenangan. Menurutnya meski belum mencapai gol, 19 pekerja yang menuntut dan menghadiri mediasi hari ini membawa semangat tersendiri.  Dengan melaporkan ke Depnaker dan hadir di mediasi, terbukti bisa menekan pihak Panti.
Mereka yang masih bertahan dan tidak ikut menuntut bisa menikmati hasil dengan dikembalikannya hak mereka yang bertahun tahun telah di korupsi dan di potong oleh pihak Panti.

Fajar berpesan kepada para pekerja yang menjadi korban dan melakukan pelaporan agar supaya sabar dan tetap semangat dalam menjalani proses mediasi sampai tuntutan dikabulkan.

Bersama komunitasnya, Fajar juga terus mendorong supaya pekerja migran tidak takut menuntut hak haknya yang dirampas.

Lalu bagaimana dengan para pasien di panti yang ditinggalkan puluhan pekerja secara mendadak hari ini?
Hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab pekerja lagi sebab perpindahan telah disetujui oleh Depnaker dan hal ini menjadi pelajaran berharga kepada semua pihak agar tidak semena mena pada pekerja.

“Harapan kami agar kawan kawan berani mengadukan permasalahan ditempat kerja karena ada hukum dan Undang Undang yang melindungi pekerja panti jompo di Taiwan” tegasnya.###

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *