Sinar Migran

Seorang dokter tunda menikah namun virus Corona merenggut nyawanya

Peng Yinhua meninggal pada hari Kamis (20/02/2020) setelah terinfeksi virus Corona ketika bekerja di Rumah Sakit Rakyat No. 1 di Distrik Jiangxia, Wuhan, lapor kantor berita resmi Xinhua.

Peng menderita sakit pernapasan dan kritis sebelumnya merencanakan akan menikah selama liburan Tahun Baru Imlek, tetapi menunda pernikahannya dan memilih  membantu merawat pasien yang terjangkit virus Corona.

“Peng tidak pernah mengirim undangan pernikahannya, yang masih ada di laci kantornya,” terang Xinhua.

Setidaknya delapan pekerja profesional medis telah meninggal karena virus, yang menurut para ahli umumnya paling berbahaya bagi pasien usia lanjut dan mereka yang memiliki  riwayat penyakit sebelumnya.

Pasien termuda yang diketahui dikonfirmasi adalah bayi di Wuhan yang dites positif terkena virus hanya 30 jam setelah kelahiran.

Sebelumnya pada bulan Februari, dokter yang mengungkap bahaya munculnya virus baru, Li Wenliang (34) meninggal pada Jum’at, 7 Februari karena virus tersebut. Kematian mendorong kesedihan dan kemarahan nasional atas sikap pihak berwenang setempat yang justru malah menghukum upaya awal dokter mata Wuhan tersebut. Li kemudian dipaksa menandatangani dokumen bahwa apa yang disebarkan adalah berita palsu. 

Seminggu kemudian (18/02/2020) Liu Zhiming, direktur Rumah Sakit Wuchang di Wuhan dikabarkan meninggal.

Pihak berwenang Cina mengatakan lebih dari 1.716 pekerja medis telah terinfeksi, sebagian besar di provinsi Hubei tengah, tempat Kota Wuhan berada.

Virus Corona, hingga berita ini ditulis telah merenggut 2.250 nyawa. 76.828 terinveksi 12.071 diantaranya dalam kondisi kritis. 

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *