October 29, 2020

Sinar Migran

Media Informasi Pemberdayaan Buruh Migran

Rekan kerja dokter Li, penemu virus baru Corona meninggal dunia

Seorang dokter mata, Mei Zhongming (57) meninggal hari Selasa (03/03/2020) akibat terjangkit virus Covid-19 setelah ia berjuang melawan virus tersebut di garis depan di Rumah Sakit Pusat Wuhan.

Mei adalah rekan kerja dari dokter Li Wenliang (34) yang dibungkam oleh polisi karena menggaungkan adanya virus jenis baru untuk pertama kalinya.

Mei menjadi dokter ketiga dari rumah sakit yang meninggal karena Covid-19. Dua hari yang lalu, Jiang Xueqing, kepala bedah tiroid dan payudara, juga meninggal karena penyakit pada usia 55 tahun.

Rumah sakit menyatakan belasungkawa kepada keluarga Mei dan memuji pelayanannya selama 30 tahun dalam sebuah pengumuman singkat di jejaring sosial WeChat.

Menurut angka resmi, 13 dokter dan perawat telah meninggal akibat Covid-19 dan lebih dari 3.000 telah terinfeksi di China sejak epidemi menyebar di pusat kota Wuhan di bulan Desember tahun lalu.

Rumah sakit di Wuhan dan di seluruh provinsi Hubei telah dibanjiri dengan puluhan ribu pasien, dan petugas perawatan kesehatan yang merawat mereka juga harus mengatasi kekurangan peralatan pelindung dan pasokan medis.

Bagian dari Rumah Sakit Pusat Wuhan terletak hanya 2 km (1,2 mil) dari Pasar Grosir Makanan Laut Huanan – tempat para pasien virus Corona pertama terhubung.

Rumah sakit mulai merawat pasien yang telah melakukan kontak dekat dengan pasar pada pertengahan Desember, jelas direktur departemen gawat darurat Ai Fen kepada China News Weekly bulan lalu.

China News melaporkan, pada awalnya beberapa dokter melapor kasus ke manajemen tetapi tidak ada tindakan yang diambil untuk melindungi pekerja medis, mereka justru diperingatkan untuk tidak berbicara secara terbuka tentang penyakit pernapasan.

Dokter mata Li memposting pesan kepada sekelompok teman sekolah kedokteran di WeChat pada 30 Desember, memperingatkan mereka tentang wabah pneumonia virus misterius di rumah sakitnya.

Dua hari kemudian, polisi Wuhan mengumumkan bahwa delapan orang pekerja medis telah dihukum karena “menyebarkan desas-desus”. Dan salah satunya adalah Li.

Li pertama jatuh sakit pada 10 Januari, kemudian mengatakan bahwa ia mungkin terinfeksi oleh seorang pasien glaukoma berusia 82 tahun.
“Pasien tidak demam, dan saya tidak memakai perlindungan ekstra saat merawatnya,” tulis Li dalam blognya. “Aku ceroboh.”

Li meninggal dunia karena penyakit pada tanggal 7 Februari, memicu kesedihan dan kemarahan yang meluas atas tindakan keras Beijing terhadap “rumor online”, dan menyerukan kebebasan berbicara.

Menurut Ai, staf di garis depan di Rumah Sakit Pusat Wuhan mulai mengenakan masker respirator N95 dan alat pelindung lainnya pada Januari karena jumlah kasus virus melonjak – sebelum pihak berwenang mengkonfirmasi virus tersebut bisa ditularkan antara manusia pada 20 Januari.

Selain Li, ada lebih dari 30 pekerja medis lainnya dari departemen gawat darurat telah dinyatakan positif Covid-19 sejak itu.

Departemen ini memiliki 200 pekerja medis. Rumah sakit tidak memberikan rincian bagaimana Mei tertular virus. Tetapi sebuah laporan dari Komite Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China pada 18 Februari mengatakan ia terinfeksi setelah bekerja berjam-jam di garis depan melawan virus Corona.

Demikian pula, sedikit informasi yang dirilis tentang kematian Jiang pada hari Minggu. Rekannya, Li Hai mengatakan kepada surat kabar resmi People’s Daily bahwa Jiang telah kelelahan setelah bekerja “tanpa henti” merawat pasien yang terjangkit virus.

Ian Lipkin, profesor epidemiologi John Snow di Mailman School of Public Health di Columbia University, mengatakan risiko yang dihadapi oleh petugas kesehatan sangat tinggi, bahkan dengan alat pelindung sekalipun, karena mereka memiliki hubungan yang sangat dekat dengan pasien mereka.

“Selain itu, orang-orang yang bekerja di pengaturan rumah sakit mungkin kekebalannya menurun karena, terus terang, mereka kelelahan … beban virus yang mereka terima mungkin lebih besar,” kata Lipkin dalam briefing bulan lalu setelah mengunjungi China atas undangan dari pemerintah.

Virus Corona telah merenggut nyawa beberapa pekerja medis muda. Di antara yang termuda adalah dokter pernapasan dan perawatan kritis berusia 29 tahun, Peng Yinhua, yang bekerja di Rumah Sakit Rakyat No. 1 di Jiangxia di Wuhan dan meninggal bulan lalu karena penyakit itu.

Peng telah merencanakan untuk menikah selama liburan Tahun Baru Imlek tetapi menunda pernikahannya untuk membantu merawat pasien virus Corona.

Xia, ahli gastroenterologi lain berusia 29 tahun, juga meninggal bulan lalu setelah dia terinfeksi ketika bekerja di Rumah Sakit Union Jiangbei di Wuhan.

Virus corona telah menewaskan lebih dari 3.100 orang dan menginfeksi lebih dari 92.000, sebagian besar di China, sejak wabah dimulai, dan telah menyebar ke lebih dari 50 negara di setiap benua kecuali Antartika.

Sumber: SCMP

Please follow and like us: