Sinar Migran

Pria Hong Kong yang memperkosa dan mencabuli PRT migran dipenjara 11 tahun

Selasa (05/03/2019) Tsang Wai-sun (55) ahirnya dijatuhi hukuman 11 tahun penjara karena terbukti memperkosa dan mencabuli X (27), pembantu rumah tangga (PRT) migran yang bekerja padanya.

Dilansir dari SCMP, Hakim Pengadilan Tinggi Mr Patrick Li Hon-leung menggambarkan tindakan Tsang sebagai perbuatan tercela, karena pria itu mengambil keuntungan dari posisi sebagai majikan dan membiarkan hasrat seksualnya tidak terkendali.

Tsang, telah mencabuli X dua kali dalam waktu dua minggu sejak mulai bekerja di rumahnya pada 10 Desember 2017.

Pelecehan seksual pertama terjadi pada hari dia tiba. “Anda telah melanggar tanggung jawab yang seharusnya dilakukan seorang majikan,” kata Li ketika menghukumnya. Lalu menambahkan hukuman pencegahan diperlukan untuk menunjukkan efek jera kepada khalayak atas kejahatan yang dilakukan.

Hakim juga mengatakan hukuman itu adil ditimbang dari kerugian yang diderita X.
Setelah pelecehan yang dialami, X mengalami trauma psikis dan fisik.

Ketika hukuman dijatuhkan, Tsang duduk dengan tenang. Sangat kontras dengan emosi yang ditunjukkannya ketika dia dinyatakan bersalah pada akhir Januari karena dua tuduhan penyerangan tidak senonoh dan dua kali pemerkosaan.

Pada saat itu, dia membenturkan kepalanya ke meja dan terisak ketika dia mendengar empat vonis yang dijatuhkan. Menurutnya X telah merayunya namun pembelaan ditolak oleh team juri.

Dalam pengadilan kronologi dibacakan mulai sejak kedatangan X, malamnya Tsang menerobos masuk ke kamar, lalu menahan tangannya di atas kepala X dan pahanya.

Insiden lain terjadi ketika Tsang menyeret X ke kamarnya dan memperkosa untuk pertama kalinya pada 19 Desember. Pengadilan sebelumnya mendengar bahwa X tidak melaporkannya ke polisi karena takut kehilangan pekerjaannya.

Keesokan harinya, Tsang memperkosanya lagi saat X mencuci piring di dapur. Pengadilan mendengar bahwa X menaruh mani Tsang di pakaian dalamnya sebagai barang bukti dan pergi hari itu juga ke konsulat Indonesia, kemudian melapor polisi.

(Vo)

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *