Sinar Migran

Penyaluran Donasi dari Buruh Migran Untuk Korban Banjir

Majenang-SM, (13/12/2020) Organisasi yang tergabung dalam Keluarga Buruh Migran Indonesia (KABAR BUMI), Indonesia Family Network- Singapore(IFN-Singapura) dan Badan Pengurus Kelompok Oi Merah Putih Hong Kong bersama dengan pemuda Oi Majenang dan Slanker Fans Club meyalurkan bantuan kepada korban banjir yang berada di Desa Mulyasari, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap.

Sebelumnya penggalangan dana yang dilakukan oleh organisasi buruh migran dan mantan buruh migran di luar negeri dan didalam negeri sebagai kepedulian terhadap kemanusiaan guna sedikit meringankan beban para korban banjir. Bantuan yang diberikan untuk warga korban banjir seperti sayur mayur, telur, nasi bungkus, air minum, dan popok untuk balita.

Penyerahan bantuan diterima oleh perwakilan perangkat Desa Mulyasari yaitu Bapak Nur Solehan sebagai Kepala Dusun Rejasari, Desa Mulyasari.

Ditengah situasi hujan di posko Kepala dusun dan beberapa warga menyambut hangat kedatangan kami.

“Kami berterimakasih kepada saudara-saudara yang sudah peduli dengan keberadaan kami saat ini, semoga saudara-saudara mendapat keberkahan dari hal baik ini.” Sambut Bapak Nur Solehan mewakili warganya.

Kondisi warga Desa Mulyasari saat ini selalu dalam kecemasan jika turun hujan dengan intensitas curah hujan yang lebat, karena mereka khawatir jika air banjir akan masuk ke Desa mereka kembali. Informasi yang kami terima perihal banjir menggenangi Desa Mulyasari salah satu diakibatkan karena ada beberapa titik tanggul sungai yang jebol dibeberapa Desa dan dusun, seperti tanggul sungai Desa Karangreja, Desa Rejasari dan Dusun Kroya.

Tanggul di Dusun Kroya saat ini sudah bisa diperbaiki menggunakan alat berat, namun letak dari tanggul sungai Desa Karangreja dan Rejasari yang susah dijangkau oleh alat berat seperti eskavator maka perbaikan tanggul sungai sampai saat ini belum dilaksanakan.

Pekerjaan warga mayoritas sebagai petani dan buruh tani merasa bersyukur tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Tetapi, mata pencaharian mereka mengalami kerugian yang signifikan dan berlanjut. Pasalnya meski banjir tidak mengaliri rumah mereka lagi namun area persawahan masih penuh dengan air limpahan dari sungai yang meluap setiap harinya. rpd*

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *