Sinar Migran

Pengadilan di Singapura mendakwa sepasang suami istri penganiaya buruh migran

Setelah menggelar 15 kali sidang, Pengadilan di Singapura mendakwa sepasang suami istri sebab terbukti melakukan kekerasan dan tindak kejahatan lain terhadap pembantunya, Phyu Phyu Mar pada hari Jumat (18/01/2019).

Linda Seah (39) terbukti memaksa pembantunya, buruh migran Myanmar agar menyakiti dirinya sendiri dengan cara menuang air panas ke bahu, membenturkan kepala ke lantai dan memaksa Phyu mencampur air dengan pembersih lantai untuk diminum.

Ahir September, Seah juga menarik rambut Phyu lalu menghentakkannya sampai rambut pembantunya rontok.
Sebulan kemudian, Seah berulang kali memukul pembantunya di dahi dengan ponsel.
Sedangkan suami Seah, Lim Toon Leng (44)
menghadapi satu dakwaan karena meninju Phyu di bagian dahi.

Phyu dipekerjakan sejak Februari hingga Oktober 2016 dengan gaji ditahan oleh majikan dan mengalami kekerasan selama Agustus sampai Oktober 2016.

Kejahatan tersebut terbongkar pada 14 Oktober saat Phyu di bawa ke salon kecantikan milik Seah dan dicurigai oleh salah satu karyawan. Melihat mata Phyu bengkak dan memar serta luka lecet di bahu kiri, karyawan tersebut lalu melaporkan kepada polisi.

Dalam persidanganan, pengadilan membacakan seluruh dakwaan dan hukuman akan di putuskan pada 11 Februari mendatang.

(Vo)

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *