Sinar Migran

Pasangan suami istri penyiksa 2 Buruh Migran ahirnya dipenjara

Senin (18/03/2019) Tay Wee Kiat (41) dan Chia Yun Ling (43) ahirnya dijatuhi hukuman penjara oleh Hakim Distrik Olivia Low, karena memperbudak pembantu mereka, Moe Moe Than.

Chia, yang dihukum atas 15 dakwaan, dijatuhi hukuman penjara 47 bulan dan denda S $ 4.000.
Sementara Tay, suaminya atas 6 dakwaan diganjar hukuman penjara 24 bulan.

Dilansir dari Today online, Hakim Low juga memerintahkan pasangan tersebut untuk memberi kompensasi sebesar S $ 9.500 kepada pembantunya.

Pengadilan memberikan penangguhan hukuman kepada pasangan itu sampai tanggal 27 Maret, untuk pengaturan rumah tangga bagi ketiga anak mereka.

Moe Moe Than, bekerja untuk pasangan itu sejak 8 Januari hingga 12 November 2012, ketika dia dikirim kembali ke Myanmar tanpa penjelasan apa pun.

Pembantu itu kemudian kembali ke Singapura satu bulan setelah pemecatan untuk mengajukan laporan kekerasan yang dilakukan oleh dua mantan majikannya tersebut.

Ketika dia diperiksa di Rumah Sakit Khoo Teck Puat, dokter menemukan beberapa bekas luka di lengan, pergelangan tangan dan pinggulnya.

Than bekerja bersama Fitriyah, PRT migran asal Indonesia. Chia dan Tay juga menghadapi kasus kriminal karena memperbudak Fitriyah.

Tahun lalu, tiga hakim Pengadilan Tinggi memutuskan menambah hukuman penjara terhadap Tay dari 28 menjadi 43 bulan. Setelah memperbudak Fitriyah dan terbukti melakukan hal yang sama terhadap Than.

Kejahatan yang dilakukan Tay kepada Than diantaranya:

°Memukul pantat Than dengan sapu dan kait pakaian dari logam, ketika dia bangun terlambat.

°Menariknya keluar dari kamar dan melemparkannya ke dinding, menganggap Than membersihkan rumah terlalu lambat.

°Memaksa Than, yang beragama Kristen dan Fitriyah yang seorang Muslim, “beribadah” di depan altar Buddha 100 kali.

°Keduanya kemudian dipaksa saling menampar satu sama lain sebanyak 10 kali, sebagai hukuman karena telah memindahkan kain kecil di atas altar tanpa seizin Tay.

Sementara itu, kejahatan yang dilakukan Chia terhadap Than diantaranya:

°Menjejalkan campuran nasi dan gula ke mulut Than menggunakan corong, karena pembantu rumah tangga mengatakan dia tidak punya cukup makanan untuk dimakan.

°Memaksa Than memakan muntahnya sendiri dari kantong plastik, setelah pembantunya itu tersedak menelan campuran nasi dan gula dan berlari ke toilet.

°Mengancam akan mengirim seseorang untuk membunuh keluarganya di Myanmar jika dia memberi tahu orang lain bagaimana dia diperlakukan di rumah Chia.

°Menarik rambut Than, mendorong ke lantai dan menginjak dadanya, setelah dia ketahuan melihat Than menatap dirinya di cermin mainan.

(Vo)

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *