Sinar Migran

MENYIKAPI ANCAMAN VIRUS CORONA TERHADAP BURUH MIGRAN: JBMI MENGADAKAN DIALOG DENGAN KJRI-HONG KONG

Foto bersama setelah dialog Konjen KJRI Hong Kong, Konsul kekonsuleran, dan Atase ketenagakerjaan bersama perwakilan JBMI, Minggu 01 Maret 2020

Jaringan Buruh Migran Indonesia di Hong Kong (JBMI) mengadakan dialog dengan KJRI-HK untuk menyampaikan persoalan dan tuntutan BMI di tengah virus Corona pada hari Minggu, 1 Maret 2020. Bertempat di gedung KJRI-HK, dialog tertutup ini diikuti oleh 16 orang pengurus JBMI dan komunitas Blitar dan beberapa pejabat KJRI-HK yang dipimpin langsung oleh Konjen Bapak Ricky Suhendar.

JBMI menyampaikan beberapa persoalan-persoalan mendesak berikut ini:

• Banyak BMI yang tidak diberi alat-alat pencegahan seperti masker dan sanitizer oleh majikan.
• Banyak BMI yang dilarang libur oleh majikan setelah Departemen Tenaga Kerja Hong Kong mengeluarkan himbauan yang menyarankan PRT migran supaya tetap tinggal di dalam rumah majikan pada hari libur.
• Penggunaan bahan-bahan kimia yang berlebihan yang dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan.
• Tuntutan kebersihan yang berlipat ganda dan tidak masuk akal sehingga menambah beban kerja BMI.
• Stigmatisasi yang semakin marak dialami BMI di dalam rumah majikan.

Selain itu, JBMI juga menyampaikan beberapa usulan untuk memastikan kesehatan dan keamanan kerja buruh migran terpenuhi berikut:

• Menerbitkan dan menyediakan Surat Himbauan ditujukan kepada majikan agar tidak melarang pekerjanya berlibur dan BMI bisa menunjukan surat tersebut kepada majikannya.
• Mencetak dan menyediakan Surat Himbauan yakni majikan wajib memberi masker dan majikan dilarang membawa pekerjanya ke China.
• Mencetak dan menyediakan panduan-panduan kesehatan yang diterbitkan oleh Departemen Kesehatan pemerintah Hong Kong berbahasa Indonesia untuk disebarkan kepada BMI
• Mengadakan training tentang standar penggunaan bahan-bahan pembersih yang benar bekerjasama dengan Departemen Kesehatan Hong Kong.
• Mengeluarkan panduan pengaduan sehingga BMI bisa melaporkan majikan dan agen yang melakukan pelanggaran antara lain melarang BMI berlibur, tidak memberi masker dan penggunaan bahan pemutih yang berlebihan.
• Meyakinkan adanya persediaan masker dan sanitizer hingga wabah virus Corona berakhir.
• Membantu penyelesaian kasus BMI yang sedang berkasus di Departemen Tenaga Kerja Hong Kong namun terlantar karena kantor pemerintahan yang sering tutup.

Bapak Ricky Suhendar, Konjen KJRI di Hong Kong menyambut baik dialog ini dan berjanji akan membahas usulan-usulan tersebut. Selain akan berbagi hasil survey tentang dampak virus corona terhadap PRT migran di Hong Kong kepada KJRI, JBMI juga akan menindaklanjuti tuntutan-tuntutan tersebut.

Bagi teman-teman yang belum berani melaporkan langsung ke KJRI bisa berkonsultasi dengan nomer-nomer tim paralegal JBMI dibawah ini untuk memdapatkan pendampingan dan bantuan : 
Warni/Aluh : 98642232/ Leni : 9851 0633/ Vyan : 9016 8544/ Nina : 5105 9479/ Iyeng 9026 5374.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *