Mandek sejak 2019, kenaikkan 100 dolar tak mampu menutupi lonjakan harga barang dan jasa

Politik



Hong Kong- SM, Sabtu (01/10/2022) Baru baru ini pemerintah Mengumumkan kenaikan upah PRT migran sebesar HK$100 dari HK$4.630 menjadi HK$4.730.

Kenaikan upah akan berlaku untuk semua kontrak FDHs yang ditandatangani pada atau setelah 1 Oktober 2022.
Selain itu, tunjangan makan akan dinaikkan sebesar HK$23 menjadi HK$1.196

Tuntutan tersebut masih jauh dari jumlah yang di diusulkan AMCB (Badan Koordinasi Migran Asia) dalam pernyataan sikapnya, (26/09/2022) yaitu sebesar HK6.014 dan tunjangan makan HK3.023.

Sringatin, juru bicara AMCB dari IMWU menjelaskan bahwa PRT migran yang tidak mengalami kenaikan upah sejak 2019 di paksa mengorek lebih dalam upahnya untuk memenuhi harga barang dan jasa dari bahan pangan, transportasi dalam 3 tahun terahir yang terus melambung. PRT juga menghadapi pembiaran dan pengecualian dari bantuan pemerintah ditengah epidemik yang melanda dunia.

‘Pemerintah harus menghentikan pengecualian, penuhi tuntutan kami untuk upah layak, yang lebih manusiawi dan adil”. Tegas Sring.

Minggu lalu, (25/09/22) PRT migran asal Indonesia dan anggota AMCB lainnya asal Filipina, Nepal dan Thailand kembali mendatangi Kantor Pemerintahan Hong Kong setelah sejak 3 bulan terahir aktif melobi pemerintah Hong Kong dengan melakukan dialog dan aksi piket. Kali ini anggota AMCB mendatangi Kantor Pusat Pemerintahan di Admiralty dengan membawa poster dan tuntutan yang disampaikan kepada pejabat perwakilan dengan tuntutan sebagai berikut:

1) Peraturan jam kerja dan istirahat. Jam kerja yang sudah lama dari pekerja rumah tangga migran semakin diperparah dengan timbulnya pandemi. Dengan pembatasan pemerintah, pekerja rumah tangga migran dibebani dengan pekerjaan tambahan dan jam kerja yang diperpanjang;

2) Menjamin pembayaran upah masa kerja pekerja rumah tangga migran yang bekerja selama 5 tahun atau lebih; dan

3) Menghormati dan menjunjung tinggi hak atas hari libur dan hari libur resmi. Karena stigmatisasi, banyak pekerja rumah tangga migran masih tidak diizinkan oleh majikan mereka untuk mendapatkan hari libur dan hari libur resmi.

Terakhir, PRT migran layak untuk dimasukkan dalam bantuan ekonomi yang diberikan oleh pemerintah Hong Kong kepada penduduk lokal dan pekerja non-rumah tangga. Kontribusi signifikan pekerja rumah tangga migran terhadap ekonomi dan masyarakat Hong Kong layak untuk diakui dan dihargai. ###

Please follow and like us:
No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Politik
Batal Kontrak, Agen Bertindak

Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI) Hong Kong bukan pertama kalinya menerima pengaduan dari kawan-kawan PMI yang didenda Agen setelah membatalkan proses kontrak kerja baru karena beberapa alasan dan pertimbangan. Pada pertengahan Agustus 2023, tim paralegal JBMI kembali membantu salah seorang PMI, Sari (bukan nama sebenarnya) yang didenda sebesar HKD 800 …

Aksi
Aksi Tuntutan Kenaikan Gaji dan Perbaikan Akomodasi PMI di Hong Kong

Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong telah menggelar aksi pada hari Minggu, 03 Agustus 2023 menuntut kenaikan gaji dan perbaikan akomodasi. Tuntutan ini muncul sebagai respons terhadap kondisi kerja yang sulit dan biaya hidup yang tinggi di negara tersebut. Aksi diikuti oleh Indonesian Migrant Workers Union ( IMWU) , …

Politik
PRT migran meninggal terjatuh saat membersihkan jendela flat

Hong Kong- SM, Senin (15/05/2023) Seorang pembantu rumah tangga (PRT) migran di Hong Kong terjatuh saat membersihkan jendela apartemen di Lai Chi Kok pada hari Senin pukul 11.23 pagi. Insiden tersebut terjadi di sebuah apartemen di Tower 6 Manhattan Hill di Po Lun Street. Korban dilarikan ke Pusat Medis Caritas, …