Sinar Migran

Makau sertakan penduduk tidak tetap kedalam skema bantuan keuangan

Pembungkusan barang bantuan yang rutin disiapkan oleh IMWU Makau dimasa pandemi. Dok. IMWU Makau.


Makau-SM, Sabtu (20/03/2021) Pemerintah Makau mengumumkan bantuan putaran ketiga sebagai kebijakan stimulus ekonomi mengurangi dampak pandemi Covid -19 pada Senin (15/03/2020).

Pihak yang menerima manfaat diantaranya adalah penduduk Makau dan penduduk tidak tetap yaitu pekerja non-residen, dan pelajar.

Dikutip dari TDM Macau langkah yang diambil diantaranya adalah mendistribusikan kekayaan tahunan guna meningkatkan konsumsi penduduk lokal, kebijakan bantuan keuangan kepada perusahaan kecil dan menengah dan dimulainya kembali rencana wisata lokal.

Skema pembagian kekayaan tahunan berbentuk tunai dan kupon tersebut akan digelontarkan pada bulan April dengan nilai sama seperti bantuan sebelumnya. Yakni penduduk menerima total 10.000 patakas, sedangkan penduduk tidak tetap menerima 6.000 patakas.

Meringankan sedikit beban migran Makau dimasa pandemi Covid-19

Asosiasi kelompok migran mengapresiasi langkah yang diambil pemerintah Makau dengan memasukkan pekerja non-residen (TNRs) kedalam skema bantuan keuangan putaran ketiga. Setelah tidak mengikutsertakan di dua putaran sebelumnya.

Macau daily memberitakan, beberapa asosiasi kelompok migran di kawasan itu mendistribusikan bantuan kepada rekan kerja mereka selama puncak pandemi Covid-19 di mana banyak dari mereka, terutama mereka yang berada di industri perhotelan, mengalami pemotongan gaji karena skema cuti tanpa upah.

Asosiasi ini mulai menggalang dana di antara mereka sendiri, bersama dengan dukungan dari beberapa kelompok swasta dan individu, untuk memberikan dukungan mereka kepada mereka yang terdampak.

“Bantuan ini menjadi [jawaban] do’a kami sejak awal pandemi, terutama bagi mereka yang kehilangan pekerjaan. Saya takjub mereka mempertimbangkan bantuan dan memasukkan pemegang kartu biru kali ini, ” kata Jassy Santos, ketua Serikat Pekerja Progresif Pekerja Rumah Tangga.

Bagi Yosa Wariyanti, ketua Serikat Pekerja Migran (IMWU), masuknya pemegang blue card menandai “sejarah” di kalangan masyarakat.

“Pemerintah membuat sejarah lagi. Kami senang menerima kabar ini, ” kata Wariyanti.
“Selama masa-masa sulit ini, kami sebenarnya membutuhkan bantuan karena pandemi ini benar-benar memengaruhi kami.”

Hingga saat ini, kelompok tersebut masih membagikan sembako dalam kemasan kecil di tempat penampungan mereka bagi mereka yang telah di-PHK dan masih terdampar di wilayah tersebut karena tidak adanya penerbangan.

Banyak yang masih mengambil risiko tinggal di wilayah tersebut dengan harapan memperoleh pekerjaan baru meskipun ada undang-undang ketenagakerjaan baru untuk TNRs.

Undang-undang ketenagakerjaan baru tidak mengizinkan mereka untuk dipekerjakan oleh pemberi kerja lokal secara langsung karena mereka harus meninggalkan kota dan kembali dengan izin kerja – sesuatu yang tidak mungkin dilakukan sekarang karena penutupan perbatasan.

Namun, banyak pekerja migran menolak untuk kembali ke rumah – meskipun ada penerbangan repatriasi – karena mereka akan menghadapi kendala lain dalam mencari pekerjaan di kota setelah perbatasan dibuka kembali dan harus membayar biaya agen.

Sudah lebih dari setahun sejak pandemi dan telah menyebabkan PHK besar-besaran karena kemerosotan ekonomi. Tahun lalu, ada total 177.663 pekerja non-residen yang terdaftar di Makau, turun 9,6%, atau berkurang 18.875 tahun-ke-tahun. ### yos/vo

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *