Sinar Migran

KENAIKAN GAJI PRT MIGRAN DI HONG KONG TIDAK SEBANDING DENGAN NILAI KERJA PRT MIGRAN

Organisasi yang tergabung dalam Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI) mendatangi Kantor Ketenagakerjaan menuntut upah layak. Dok JBMI

Pemerintah Hong Kong pada 30 September 2022 mengeluarkan rilis kenaikkan gaji PRT Asing sebesar 2.2 % dari HK$4,630 menjadi HK$4,730 per bulan dan kenaikkan tunjangan makan sebesar HK$23 dari $1,173 menjadi HK$1,196 per bulan.

Selamat buat semua teman-teman buruh migran dan pendukung migran yang terus tanpa lelah memperjuangan kenaikan upah ini. Kenaikan gaji ini adalah hasil perjuangan organisasi-organisasi buruh migran dibawah aliansi AMCB dan JBMI yang tak pernah lelah menuntut perbaikan kondisi kerja PRT di Hong Kong. Tanpa konsistensi perjuangan, kecil kemungkinan kenaikan gaji akan terjadi

Kenaikan gaji ini diberlakukan hanya untuk kontrak kerja yang ditandatangi pada atau setelah 01 Oktober 2022, artinya mayoritas PRT migran yang telah bekerja lebih dari 2 tahun dan kontrak kerjanya telah ditandatangni sebelum 01 Oktober 2022 tidak bisa menikmati kenaikan ini. Hal ini terjadi dikarenakan PRT migran di keluarkan dari Undang-Undang Upah Minimum di Hong Kong.

Kenaikan gaji dari tahun ke tahun sangat kecil dan tidak sesuai dengan kenaikan harga di Hong Kong yang menyebabkan semua kebutuhan hidup mengalami kenaikan.

Kenaikan gaji yang sangat kecil ini telah menghina dan tidak adil bagi PRT Migran, dimana selama 3 tahun gaji PRT migran tidak dinaikan dan tidak mendapatkan bantuan keuangan dari pemerintah Hong Kong.

Kami dari JBMI Hong Kong, sangat kecewa dan marah dengan keputusan dari pemerintah Hong Kong ini. Perlakuan tidak adil pada PRT Migran ini semakin menunjukan wajah pemerintah Hong Kong yang tidak peduli dengan nasib 300.000 lebih PRT migran yang juga merasakan dampak COVID19.

Pemerintah Hong Kong tidak punya hati dan perasaan terhadap peran PRT migran yang berada di garda terdepan dalam melindungi masyarakat Hong Kong dari COVID-19 dan keputusan ini semakin meningkatkan tekanan pada pekerja rumah tangga baik secara fisik, mental, dan kesejahteraan keuangan.

Meskipun banyak penelitian yang menyebutkan bahwa ada beberapa majikan yang membayar PRT migran diatas upah minimum yang telah ditetapkan, namun tidak menjamin semua majikan akan membayar PRT migran dengan gaji diatas upah minimum yang telah ditetapkan oleh pemerintah Hong Kong.

Pemerintah Hong Kong ingin terus mempertahankan upah budak di Hong Kong dengan tidak mau menaikan upah PRT migran sesuai dengan biaya kenaikan hidup di Hong Kong.

Bahkan dengan kenaikan uang tunjangan makan sebesar HK$ 23 adalah penghinaan terhadap PRT migran. Dengan kenaikan tunjangan makan sebesar HK$ 23 maka pemerintah Hong Kong ingin membuat PRT migran makan dari sisa-sisa makanan majikan dan membuat PRT migran kelaparan.

Kenaikan upah dan tunjangan makanan ini tidak setara dengan kerja PRT migran dengan jam kerja panjang, tidak ada jam istirahat dan dikeluarkan dari berbagai bantuan keuangan selama pandemi COVID-19.

Bagaimana majikan di Hong Kong akan memperlakukan PRT migran sebagai manusia dan menghargai kerja PRT migran jika pemerintah Hong Kong terus mempromosikan PRT migran sebagai budak yang boleh diupah murah tanpa jam istirahat dan jam kerja.

Meskipun kenaikan gaji ini masih jauh dari harapan kita, namun kita tidak boleh menyerah dan berhenti dalam memperjuangan perbaikan kondisi dan upah PRT migran.

Mari terus bersatu dalam perjuangan menuntut upah dan perlakuan adil bagi PRT migran agar PRT migran diperlakukan sebagai manusia bukan budak.

Hong Kong, 30 September 2022

JBMI

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *