September 18, 2020

Sinar Migran

Media Informasi Pemberdayaan Buruh Migran

IMWU dan Kabar Bumi dampingi dua WNI korban penipuan job di Hong Kong

Hongkong,Timelapse,4K,Crowded,Cityscape,Shopping,Crossing

27 Maret 2019, Indonesian Migrant Workers Union atau lebih dikenal dengan nama IMWU menerima pengaduan kasus penipuan dua orang warga negara Indonesia oleh calo yang menjanjikan pekerjaan di Hong Kong.

Pengaduan kasus ini awalnya diterima oleh IMWU Macau yang kemudian diteruskan ke IMWU Hong Kong untuk ditindaklanjuti penanganannya.

AW, pria asal Lampung dan KR, perempuan asal Kebumen adalah korban penipuan oleh calo yang sama yaitu Gozali. Korban mengenal pelaku dari media sosial facebook.

“Saya dijanjikan bekerja sebagai cleaning service di Hong Kong dengan membayar Rp 25 juta, tapi sudah hampir satu bulan pekerjaan itu tak kunjung saya dapatkan, sedangkan visa saya mau habis”. jelas AW.

Teman AW yang berinisial KR dijanjikan pekerjaan untuk merawat anak-anak dengan negara tujuan China. Ia terbang bersama kedua temannya. Namun ketika sampai di Imigrasi China di perbatasan Lo Wu, KR dan kedua temannya ditolak masuk karena tidak mempunyai visa China.

AW dan KR sendiri, masih punya hubungan saudara. Keduanya ditipu Gozali dan dijanjikan pekerjaan tanpa proses melalui PJTKI. AW sendiri mengaku bahwa ia datang ke Hong Kong berlima bersama keempat temannya. Namun keempat temannya memilih pulang ketika sudah seminggu di Hong Kong dan tak kunjung di transfer ke Jepang dan Korea seperti yang dijanjikan.

“Keempat teman saya itu dijanjikan pekerjaan di Jepang dan Korea, tapi transit dulu di Hong Kong, sedangkan saya memang memilih Negara tujuan Hong Kong. Itu kenapa saya bertahan dan menunggu ketika empat teman saya memilih pulang. Baru ketika visa kunjung saya mau habis, saya menyadari ada yang tidak beres dan meminta teman untuk dicarikan bantuan. Dan akhirnya saya dibantu oleh IMWU”, terang AW.

Jika AW sudah hampir sebulan di Hong Kong, KR baru sekitar satu minggu tiba di Hong Kong. Seperti AW, KR juga tertipu janji manis Gozali untuk mendapatkan pekerjaan di China daratan.
Kedua korban diberangkatkan dengan rute yang sama. Dari Indonesia berangkat naik pesawat, lalu transit Malaysia selama 9 jam, kemudian terbang ke Macau. Dari Macau, korban dibawa naik Verry ke Hong Kong. Tiba di Hong Kong, korban diistirahatkan di sebuah kost-kostan di daerah Mong Kok.

Dari lima orang yang diduga menjadi korban perdagangan orang, hanya dua orang saja yang akhirnya memutuskan untuk melapor ke KJRI Hong Kong. Pengurus IMWU yang mendampingi korban mengatakan bahwa mereka membutuhkan tiket untuk pulang ke Indonesia. Kemudian IMWU bersama korban mendatangi KJRI Hong Kong tanggal 28 Maret 2019 untuk pelaporan.

Dalam hal penanganan kasus, IMWU bekerjasama dengan Mission for Migrant Workers (MFMW) untuk membantu memberikan korban tempat tinggal sementara. Karena selama di tempat kos, mereka membayar sewa kamar dan makan dengan uang sendiri. Tentu saja ini berat bagi korban karena mereka tidak bekerja dan tidak memperoleh pemasukan.

IMWU juga melakukan koordinasi dengan KABAR BUMI sebagai organisasi yang akan mendampingi korban melaporkan kasusnya di Indonesia.

Baru tanggal 30 Maret, Erwiana, yang merupakan salah satu pengurus pusat KABAR BUMI menjemput AW yang saat itu batas visa kunjungnya akan habis bersama petugas dari Dinas Kementrian Sosial di bandara Soekarno Hatta dan membawa AW ke RPTC, shelter Kemensos di Jakarta Timur. Sedangkan KR masih menunggu proses dari KJRI Hong Kong.

Menurut penjelasan Erwiana, korban akan didampingi Kabar Bumi untuk melaporkan kasusnya serta memastikan korban bisa pulang ke daerah asalnya.

IMWU menghimbau pada calon buruh migran atau buruh migran di Hong Kong untuk tidak mudah terjebak iming-iming pekerjaan di luar negeri. Jika ragu atau tidak tidak yakin dengan informasi yang dibaca melalui media sosial, sebaiknya melakukan konsultasi.

Berikut ini adalah nomer kontak pengurus IMWU yang bisa dihubungi untuk melakukan konsultasi gratis:
Wahyu S Nara (93397094), Sustari 55914194), Warni Ibrahim (98642232)

(Aiy)

Please follow and like us: