September 18, 2020

Sinar Migran

Media Informasi Pemberdayaan Buruh Migran

Gaji ditahan dan tidak diijinkan pulang oleh majikan, Umay kena kasus overstay

Tidak diijinkan pulang oleh majikan
seorang pekerja migran perempuan asal Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengalami kasus over contract atau bekerja melewati masa kontrak di Arab Saudi.

Umay Sumarni(48) pergi ke Arab Saudi pada tahun 2002 silam dan bekerja di majikan yang bernama Abdulaziz Hassan Alharbi di kota Jeddah. Sejak saat itu, Umay tidak pernah pulang dan hanya satu-dua kali mengirimkan uang kepada keluarga di tanah air.

Sang anak, Dea Rahman (21), menceritakan, ibunya pergi ke Arab Saudi pada 2002 silam untuk bekerja kepada keluarga Abdulaziz Hassan Alharbi di kota Jeddah. Sejak saat itu, sang ibu tidak pernah pulang dan hanya satu-dua kali mengirimkan uang kepada keluarga di tanah air.

Kontrak sang ibu, kata Dea, sebenarnya telah berakhir dua tahun lalu. Ibunya pun telah meminta izin untuk pulang ke Indonesia. Meski sudah bekerja 17 tahun, tapi sang majikan, selalu menahannya untuk tidak pulang dengan berbagai alasan.

“Terakhir alasannya karena belum ada pembantu pengganti, tapi saya duga karena mereka tidak sanggup membayar sisa gaji. Jumlahnya lebih dari Rp 1 miliar,” ujar Dea

Dilansir dari Detik news, atas kejadian ini, Dea mengadu kepada otoritas mulai dari BNP2TKI sejak 2017, Kementerian Luar Negeri hingga KBRI Jeddah via surat elektronik.

“Hingga hari ini sejak dilaporkan, tidak ada hasil perkembangan,” kata Dea yang saat ini bekerja di Bekasi.

(Yan)

Please follow and like us: