Sinar Migran

Diketahui menderita Kanker, seorang PRT migran di Hong Kong dipecat majikannya

Pada 17 Februari, Baby Jane Allas (38) tengah menjalani cuti sakit yang dibayar ketika dirinya diberi surat pemecatan oleh majikannya. 2 hari kemudian dia meninggalkan kediaman majikannya tanpa digaji dan diberi uang lain sejak 13 Januari.
Ia dipecat karena alasan penyakitnya.

Menurut berita dari SCMP, Allas masih terguncang oleh hasil pemeriksaan dan kehilangan pekerjaan, Allas berkata: “Saya merasa sangat sedih. Perhatian utama saya adalah: bagaimana saya akan mendapatkan perawatan medis dan obat-obatan yang saya butuhkan?”

Pekerja rumah tangga (PRT) migran yang dipecat harus meninggalkan Hong Kong dalam waktu dua minggu.
Mereka juga kehilangan hak untuk mendapatkan perawatan medis gratis, yang menjadi hak semua penduduk kota.

Allas, seorang ibu tunggal dari lima anak, telah mengajukan pengaduan kepada Departemen Tenaga Kerja, dengan alasan majikannya mengacuhkan Ordonansi Ketenagakerjaan Hong Kong yang menerangkan aturan larangan memecat seorang PRT yang sedang cuti sakit.

Dia juga melaporkan bahwa majikannya telah melakukan beberapa pelanggaran kontrak, termasuk tidak memberinya satu hari libur penuh (24 jam-Red) setiap minggu dan gagal menyediakan kebutuhan dasar, seperti tempat tidur.

Selain itu, ia telah mengajukan pengaduan kepada Komisi Persamaan Kesempatan. Berdasarkan Undang-undang Diskriminasi Disabilitas, adalah ilegal untuk mendiskriminasikan seseorang yang memiliki kebutuhan khusus.

Setelah dihubungi SCMP majikannya bersikeras bahwa pembantunya itu tidak mengatakan sedang cuti sakit ketika surat pemecatan itu diserahkan kepadanya. Kemudian meminta wartawan media tersebut untuk meneleponnya kembali. Namun sampai hari sabtu, 5 upaya dalam menghubunginya melalui telepon dan SMS tidak berbuah hasil.

Jessica Cutrera, seorang warga telah lama tinggal di Hong Kong yang mempekerjakan saudara perempuan Allas serta mendukung keluarganya mengatakan bahwa, Allas akan mencari kompensasi yang adil berdasarkan hukum yang berlaku.

“Tetapi hukum tidak memadai untuk melindungi Baby Jane dan keinginannya. Karena majikannya telah secara salah memutuskan kontrak, Allas kehilangan haknya untuk tinggal di Hong Kong dan menggunakan sistem Otoritas Rumah Sakit. Dia tidak bisa tinggal di Hong Kong dan menuntut klaimnya tanpa perawatan, ”kata Cutrera.

Allas bisa mengajukan permohonan perpanjangan visa, tetapi jika ini diberikan sekalipun, itu tidak akan memungkinkannya mengakses perawatan kesehatan yang ditanggung oleh pemerintah.

Alasan tersebut yang membuat Cutrera membuka penggalangan dana online untuk mendukung perawatan Allas.

“Otoritas Rumah Sakit di Hong Kong telah merekomendasikan kombinasi langsung radiasi dan kemoterapi,” kata Cutrera.

“Kami mengumpulkan dana untuk menutupi biaya perawatannya di Hong Kong, sementara ia berjuang melawan diskriminasi dan klaim pemutusan yang salah, terus membiayai kebutuhan untuk anak-anaknya di rumah, dan untuk membantu anak-anaknya mendapatkan paspor untuk mengunjunginya.”

Cutrera mengatakan bahwa pilihan untuk perawatan kembali di Filipina telah dipertimbangkan
“Tetapi mengingat kanker Baby Jane stadium lanjut, penundaan beberapa minggu atau bulan untuk mendaftar di rumah sakit pemerintah di Filipina bukanlah suatu pilihan.”

Allas, yang datang untuk bekerja di Hong Kong pada tahun 2017, mengatakan bahwa tanda-tanda pertama penyakitnya muncul pada bulan Desember, tetapi dia hanya pergi ke dokter pada tanggal 20 Januari.

Dia kemudian didiagnosis dengan kanker serviks stadium tiga – kanker yang merenggut lebih dari 300.000 wanita setiap tahunnya di seluruh dunia.

Kehidupan Allas di Hong Kong sama sekali tidak mulus.
Cutrera mengatakan bahwa majikan Allas telah “membatasi makanannya secara drastis. Dia kehilangan 16 kg sejak dia mulai bekerja. Beberapa di antaranya kemungkinan disebabkan oleh kanker, tetapi dia diberi makan dengan buruk selama beberapa waktu.”

Cutrera juga mengatakan bahwa Allas harus tidur di lemari di bawah tangga dan tidak diberi libur 24 jam seperti yang seharusnya.

“Setiap hari Minggu, dia harus membersihkan dan membawa anjing jalan di pagi hari dan kemudian pulang pada pukul 20.20 untuk membersihkan rumah dan membawa anjing itu jalan lagi.”

Namun, Allas mengatakan bahwa dia menerima semua itu karena dia benar-benar membutuhkan pekerjaan di Hong Kong untuk memenuhi kebutuhan lima anaknya, yang berusia antara 6 dan 16 tahun, di Filipina.

Menurut para ahli, pemecatan PRT asing karena penyakit serius adalah umum di Hong Kong. Tetapi sedikit yang telah dilakukan untuk mencegahnya atau mendukung pekerja yang bermasalah. “Ini sangat umum.

Masalah utama di Hong Kong adalah jika Anda diberhentikan, itu akan mematikan visa Anda dan itu akan membuat Anda keluarkan dari sistem kesehatan, ”kata David Bishop, seorang profesor Universitas dan mantan pemilik agen tenaga kerja etis di Hong Kong. “Itu harga mati bagi banyak orang.”

Bahkan jika seorang PRT bersedia untuk mengajukan klaim atau membawa kasus tersebut ke pengadilan, masalah timbul dengan pembuktian alasan pemecatan.
“Seringkali majikan tidak menyatakan dengan terus terang bahwa penyakit pekerja adalah alasan mengapa mereka memecat pekerjanya. Mereka mengatakan sesuatu yang lain, “kata Bishop.

Allas, bagaimanapun, memiliki surat dari majikannya yang menyatakan bahwa kesehatannya menjadi alasan pemecatan. Cynthia Abdon-Tellez, manajer umum Mission For Migrant Workers, mengatakan bahwa sebagian besar PRT migran yang menjadi sakit harus bergantung pada amal setelah dipecat.

“Tetapi banyak yang memutuskan untuk pulang, yang bahkan lebih sulit. Karena di negara-negara seperti Indonesia dan Filipina, ada sedikit dukungan medis.”

Ada lebih dari 370.000 pekerja rumah tangga di Hong Kong – kebanyakan dari mereka adalah perempuan dari Filipina dan Indonesia. Adik Allas, Mary Anne Allas, meminta majikan di Hong Kong untuk memperlakukan “pembantu mereka dengan benar”.

Pada saat yang sama, katanya, “PRT migran juga harus mulai mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara teratur untuk menghindari hal ini terjadi. Memang baik jika Anda melayani keluarga Anda, tetapi Anda juga harus menjaga diri sendiri.”

(Ma)

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *