Sinar Migran

Berbekal surat rekomendasi, Sinta tak perlu keluar Hong Kong paska Kontrak Mandiri

Namanya Sinta ( bukan nama sebenarnya), Buruh Migran Indonesia asal Sulawesi Tengah yang sudah bekerja selama 10 tahun dengan 1( satu) majikan.

Selama 10 tahun, sudah dua kali kontrak ia menggunakan proses kontrak mandiri atas permintaan Majikan.

Seperti yang kita ketahui, kontrak Mandiri saat ini hanya bisa diberlakukan untuk Buruh Migran yang akan memperpanjang kontrak dengan majikan ( yang sama).

Majikan Sinta memutuskan ingin pindah negara, untuk itu majikan ingin mengakhiri kontrak kerja dengan Sinta.

Pada 05 September 2020, Sinta menghubungi salah satu tim paralegal IMWU melalui telepon, meminta bantuan/ solusi supaya ia diperbolehkan untuk mencari Majikan baru di Hongkong tanpa harus pulang ke Indonesia dan mengulang proses awal dari PJTKI.

Sebagai informasi tambahan, pada saat proses kontrak mandiri, oleh KJRI Sinta diminta untuk menandatangani surat pernyataan yang berisi ‘ jika terjadi pemutusan kontrak dan masih Ingin bekerja di Hongkong maka harus pulang ke Indonesia terlebih dahulu ( dengan proses dari awal ).

Sehari sebelum menghubungi tim paralegal IMWU, Sinta sudah terlebih dahulu mendatangi KJRI untuk menyampaikan keinginannya masih ingin bekerja di Hongkong tanpa harus pulang dan diizinkan proses melalui agen, namun permintaan tersebut ditolak.

Oleh tim paralegal IMWU, Sinta disarankan agar sekali lagi datang ke KJRI.Dan Pada tanggal 06 September 2020, Sinta datang kembali ke KJRI dan bertemu dengan staf lain. Ia mendapat jawaban yang berbeda dari sebelumnya, staf tersebut mengatakan bahwa Sinta tidak perlu pulang terlebih dahulu, tidak perlu proses awal asal ada surat keterangan dari majikan yang menyatakan bahwa majikan memang ingin pindah negara.

Mendapat jawaban tersebut Sinta merasa sangat senang. Bagaimana tidak ? Artinya ia tidak perlu pulang ke Indonesia yang tentu saja prosesnya akan jauh lebih sulit apalagi dimasa pandemi seperti ini. Juga tidak perlu lagi membayar potongan atau biaya penempatan.

Pada tanggal yang sama, setelah dari kantor KJRI , Sinta segera pergi ke agen untuk mencari Majikan baru dan kemudian menandatangani kontrak kerja dengan calon majikan pada tanggal 01 Oktober 2020.

Namun tak disangka, pada tanggal 09 Oktober 2020, staf Agen datang ke kantor KJRI untuk mengajukan proses kontrak kerja Sinta di lantai 4, namun di tolak dan petugas mengatakan kontrak kerja Sinta tidak bisa di proses karena sebelumnya kontrak mandiri dan sudah menandatangani surat pernyataan.

Mengetahui hal tersebut, tim Paralegal IMWU segera melakukan beberapa langkah untuk membantu persoalan Sinta.

Yang pertama dengan membuatkan kronologi lengkap yang kemudian dikirim ke KJRI.

Yang kedua, menelepon langsung staf KJRI yang berkaitan dengan kontrak mandiri.

Setelah menelepon, dan belum ada perkembangan, salah satu tim paralegal IMWU langsung menghubungi Bapak Konsulat Jenderal.

Dan masih ada beberapa tahap lain yang harus dijalankan oleh Sinta.

Kabar terakhir, Sinta berhasil mendapatkan majikan baru tanpa harus pulang ke Indonesia dan sekarang sudah bekerja di Majikan tersebut.

Kepada IMWU, Sinta menceritakan bahwa proses yang dilalui begitu rumit.
Sinta juga berpesan kepada teman-teman Buruh Migran yang lain untuk tidak Putus asa dalam memperjuangkan hak-haknya, dan hubungi organisasi jika mengalami kesulitan. ### Wib

#cersel

#ceritaburuhmigran

#imwuserikatpekerjamigran

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *