Sinar Migran

Berani adukan kasus, PMI Taiwan terima kompensasi ratusan ribu NT dan bantu pekerja sepabrik

Ilustrasi.

Dikalangan kelas pekerja, pepatah lama yang mengatakan, “bangkit melawan atau diam tertindas selamanya!” wajib menjadi renungan bersama.

Sebut saja Aan (bukan nama sebenarnya), berhasil memenangkan perlawanannya. PMI yang berangkat dari Indonesia dengan dokumen sebagai Anak Buah Kapal (ABK) ini dipekerjakan di pabrik pengolahan ikan dan restoran. Bukan di kapal sebagaimana nelayan migran pada umumnya.

Bekerja 12 jam lebih bahkan bisa sampai dini hari setiap hari. Aan hanya mendapat libur satu kali dalam sebulan.Gaji yang diterima hanya 23.000 NT. Sementara standar gaji diluar sebesar 23.800 NT. Bekerja 2 tahun 9 bulan membuatnya tidak sanggup meneruskan pekerjaan lagi dan berniat untuk pindah ke pabrik. Tetapi keinginan tersebut ditolak majikan dan agency. Mereka hanya memberi pilihan bertahan atau pulang.

Aan tidak patah arang, ia lalu menghubungi GANAS COMMUNITY dan disarankan untuk melaporkan ke 1955, nomer Hotline Konseling dan Perlindungan untuk Pekerja Asing dengan dampingan TIWA salah satu NGO lokal di Taiwan. Dari kronologi kejadian, tuntutan pun berkembang tidak sekedar putus kontrak untuk pindah tapi juga ganti rugi atas gaji yang selama ini tidak sesuai dengan hitungan aturan sebagai layaknya pekerja formal.

Dari pelaporan tersebut Aan kemudian membawa kasusnya ke meja Depnaker. Mediasi pertama tidak ada kesepakatan sebab majikan hanya menyanggupi tuntutan sebesar 60.000 NT.

Karena jauh dari apa yang seharusnya didapat, Aan naik banding dan NGO terus berusaha semaksimal mungkin supaya PMI mendapatkan hak sepenuhnya. Bahkan jika perlu, akan mempersiapkan pengacara ketika majikan tidak mau kooperatif.

Mediasi yang kedua akhirnya majikan bersedia membayar kompensasi kepada PMI tersebut sebesar 250.000 NT dengan cara diangsur. Selain itu, majikan juga bersedia mengganti manajemen pabrik dengan memberi tambahan gaji kepada para pekerja lain yang masih bekerja sebesar 3000 NT dan 5000 NT perbulan disesuikan dari masa kerja.

Kabar gembira lainnya, Aan juga sudah mendapatkan pabrik baru sesuai keinginannya.

Penting untuk teman teman PMI mengambil pelajaran dari kisah ini. Dengan memupuk keberanian yang sama ketika hak hak sebagai pekerja diabaikan bahkan dilanggar oleh majikan. Lalu, tahu apa yang selanjutnya harus dilakukan. (GANAS COMMUNITY TAIWAN)

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *