Sinar Migran

AMCB kecam tuduhan yang sebut PRT migran berkelakuan buruk demi dapatkan gaji tinggi

Dokumen JBMI

Hong Kong-SM, Sabtu (09/10/2021) Badan Koordinasi Migran se Asia (AMCB) keluarkan pernyataan sikap menanggapi tuduhan yang keluar pada hari Senin, 04 Oktober dari kelompok yang menamakan sebagai pendukung majikan.

September lalu, kelompok tersebut mengusulkan supaya gaji PRT diturunkan 10 sampai 20 % dari standar yang ditentukan yaitu HK 4630 karna alasan kesulitan ekonomi saat pandemi dan mahalnya karantina ketika mendatangkan PRT baru dari negara asal.

Kini kelompok tersebut kembali menuding PRT migran melakukan job hopping- gonta ganti pekerjaan demi mendapat keuntungan. Menuduh PRT migran sengaja berkelakuan buruk supaya bisa berganti pekerjaan dengan gaji lebih tinggi.

Rilis aliansi yang terdiri dari gabungan organisasi pekerja migran dari Indonesia, Nepal, Thailand, Sri Lanka, dan Filipina menuliskan bahwa tuduhan tersebut tidaklah benar.

“PRT migran bukanlah job hopper.
Selama pandemi ini, para pekerja telah mengalami banyak kesulitan, jam kerja yang panjang, tidak ada hari libur, tidak cukup istirahat tanpa akomodasi yang layak. Lebih buruk lagi, pekerja rumah tangga migran tidak diberikan bantuan keuangan oleh pemerintah Hong Kong”.

Pekerja rumah tangga bahkan menanggung kekerasan di tempat kerja mereka hanya untuk mempertahankan pekerjaan mereka; pemutusan kontrak adalah jalan terakhir yang dipikirkan pekerja, jadi mengapa kita dituduh ‘melompat-lompat’?

Sangat tidak adil dan diskriminatif bagi pekerja rumah tangga migran karena kami tidak diberi kesempatan untuk membuktikan bahwa kami tidak bersalah dan melanjutkan pekerjaan kami di HK.

Hal ini menyebabkan hilangnya mata pencaharian tidak hanya para pekerja tetapi juga keluarga yang bergantung pada pengiriman uang kita.

Pemikiran seperti ini, yang menuding PRT adalah ‘job-hoppers’, berakar dari fakta bahwa masih ada diskriminasi di Hong Kong. Ini mengarah pada standar ganda. Pekerja lain tidak dituduh ‘melompat-lompat’; mengapa kita harus dituduh sama dan diperlakukan sebagai penjahat? Kami bukan penjahat! Kami adalah satu Hong Kong, dan oleh karena itu harus ada standar yang sama untuk semua orang–mengenai visa, upah, jam kerja, dll.

Pemerintah Hong Kong harus menghentikan diskriminasi dan kriminalisasi PRT migran. Tuduhan keji terhadap pekerja rumah tangga migran yang melakukan job-hopping ini alih-alih melakukan sesuatu yang bermanfaat dan meringankan kehidupan pekerja rumah tangga migran di Hong Kong. ###

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *