Sinar Migran

SR, menuntut kompensasi dan permintaan maaf setelah kejadian pelecehan

PRT migran asal Indonesia, SR melayangkan pengaduan ke Pengadilan Distrik menuntut mantan majikannya kamis lalu.

SR melakukan penuntutan atas kerugian psikis yang dideritanya sejak kejahatan Sin Man-Yau (62) mantan majikannya terbongkar. SR mengaku dirinya juga telah kehilangan sumber penghasilan sejak kejadian tersebut.

Selain kompensasi sebesar HK$ 86,235.49, SR menuntut mantan majikannya agar membuat permintaan maaf dan menjamin tidak adalagi rekaman yang disimpanannya secara tertulis.

Hasil investigasi, Sin terbukti melakukan 20 kali rekaman sejak 1 Desember 2016 hingga 24 Maret 2017. SR baru menyadari keberadaan benda berbentuk bola hitam yang diikat ke rak kamar mandi, ternyata adalah sebuah kamera. Lalu SR melaporkan kepada polisi dan Sin ditangkap sehari setelahnya.

Sin diadili di Pengadilan Kwun Tong pada Maret 2018 dan dijatuhi hukuman penjara 4 bulan atas pelecehan seksual dan melanggar Undang-undang Diskriminasi Seks karena merekam aktifitas SR di kamar mandi di Oscar by The Sea, Tseung Kwan O, New Territories.

Meski telah membayar SR sebesar HK$ 19.604,51 dalam penyelesaian pada 21 Maret 2017. Tapi SR mengaku kehilangan potensial penghasilan sebesar HK$ 105.840 sejak insiden itu.
Jumlahnya tersebut setara dengan upah sekitar dua tahun, berdasarkan upah minimum untuk pembantu rumah tangga pada saat itu HK $ 4.410 per bulan.

SR menuntut sisa potensial penghasilan selama 2 tahun setelah dikurangi uang yang pernah diberikan tahun 2017 yaitu HK$ 86.235,49.

Sidang pertama dijadwalkan pada 30 April.

Sumber: msn, scmp

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *