September 19, 2020

Sinar Migran

Media Informasi Pemberdayaan Buruh Migran

134 kelompok termasuk organisasi pekerja migran di Hong Kong datangi konsul Filipina minta larangan terbang dicabut

Hong Kong-SM, Selasa (18/02/2020) Sejumlah tokoh masyarakat datangi konsulat Filipina di Admiralty Hong Kong dengan membawa petisi bersama yang telah ditandatangani oleh 134 organisasi buruh migran, praktisi media Filipina, Asosiasi alumni dan gereja-gereja Filipina pada Senin (17/02/2020).

Dialog dan penyerahan petisi bersama ditujukan guna mendesak supaya pemerintahan Filipina mencabut aturan larangan terbang bagi warganya ke Hong Kong.

sejak aturan larangan kembali terbang ke Hong Kong dikeluarkan oleh Duterte tanggal 2 Februari lalu banyak pekerja migran Filipina, penduduk, dan siswa di Hong Kong aktifitasnya menjadi terhambat.

Pertemuan dengan Konsul Jenderal dihadiri oleh perwakilan dari organisasi pekerja migran, praktisi media Filipina, asosiasi alumni, dan gereja-gereja Filipina. Semua peserta berbicara tentang situasi yang memburuk dari para migran dan penduduk yang terdampar di Filipina.

‘Kami berbicara tentang ketakutan kami akan kehilangan sumber pendapatan utama dan mata pencaharian mereka yang terkena dampak jika pembebasan tidak diberikan. Tidak semua memiliki majikan yang mengerti dan akan dapat menunggu karyawan mereka. Juga, kami memiliki cakupan layanan kesehatan yang lebih baik di sini di Hong Kong daripada di Filipina, ‘

Jelas Balladares-Pelaez Juru bicara Migrante Hong Kong yang turut hadir.

Balladares-Pelaez juga mengatakan bahwa menurut Konsul Jenderal Tejada, bahwa akan ada kelompok kerja teknis dari pemerintah Filipina di Filipina yang akan bertemu untuk menilai dan memutuskan nasib larangan tersebut pada 18 Februari.

Meskipun sudah ada informasi terkait pembahasan lanjutan yang diberikan, Dolores-Pelaez akan terus memberikan tekanan pada pemerintah Filipina dan memantau dengan seksama hasil pertemuan kelompok kerja teknis, terangnya.

Komunitas Filipina akan melanjutkan kampanye sampai pemerintah Filipina memberikan pengecualian.

Pertemuan itu sejalan dengan kampanye Migrante International yang berkoordinasi dengan orang-orang Filipina yang terdampar untuk menekan pemerintah Filipina agar segera memberikan pengecualian atau mencabut larangan tersebut.

Please follow and like us: