Terparah sejak 2013, Banjir Jakarta menelan korban 30 jiwa

Hujan ekstrim yang mengguyur wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) pada malam tahun baru 1 Januari 2020 menyebabkan banjir terparah sejak tahun 2013.

Menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tercatat sebanyak 30 orang meninggal. Data tersebut merupakan hasil sinkronisasi dan validasi yanter dikumpulkan BNPB dari Pusat Krisis Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, BPBD, TNI, POLRI, dan sumber lainnya.

“Korban meninggal terbanyak berada di Kabupaten Bogor 11 orang,” ujar Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo. (2/1/2020).

Kemudian Jakarta Timur ada 7 orang, Kota Bekasi dan Kota Depok masing-masing 3 orang, dan masing-masing 1 orang untuk Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor dan Kota Tangerang.

Rinciannya 17 orang meninggal karena terseret arus banjir, 5 orang tertimbun longsor, 5 orang tersengat listrik dan 3 orang hipotermia.

Selain menelan korban jiwa, banjir juga menyebabkan kerusakan di berbagai daerah terdampak. Sekitar 62.453 orang warga DKI Jakarta mengungsi.
“62.453 orang mengungsi di 308 titik pengungsian tersebar di 49 Kelurahan dan 34 Kecamatan Provinsi DKI Jakarta,” jelas Agus.

BNPB mencatat, dari 169 titik wilayah yang terendam banjir, tinggi bervariasi dari ketinggian 30 cm hingga 200 cm. Terdapat di 7 kecamatan di Jakarta Selatan dan 10 kecamatan di Kota Bekasi yang terendam banjir. Sebaran lainnya terdapat di sejumlah wilayah baik di DKI Jakarta, Tangerang Selatan dan Kota Bekasi.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, mengumumkan perkembangan prediksi cuaca terbaru dalam dua pekan kedepan yang patut diwaspadai pada saat Rapat Koordinasi Banjir Jabodetabek di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (2/1/2020).

“Aliran udara basah masuk ke Indonesia diperkirakan pada tanggal 10-15 Februari 2020 dan siklus berulang pada akhir Januari hingga pertengahan Februari 2020.” ungkap Dwikorita.

Adapun sejumlah wilayah di Indonesia yang diprediksi akan terdampak hujan dengan intensitas tinggi hingga ekstrem tersebut meliputi Sumatera bagian tengah, Jawa, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi bagian selatan hingga tenggara. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk mempersiapkan segala sesuatu sebagai antisipasi kemungkinan bencana yang dapat berpotensi terjadi.

Please follow and like us:
error0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *