SETELAH MEDIASI PANJANG, AKHIRNYA PT GSA MENGEMBALIKAN DOKUMEN BMI YANG SEBELUMNYA MEREKA TAHAN

Senin, 6 April 2019 pengurus Kabar Bumi Ponorogo akhirnya menerima dokumen L, BMI Hong Kong yang dokumennya di tahan oleh PT GSA (Gunawan Sukses Abadi) selaku PJTKI yang memberangkatkan L. Serah terima dokumen tersebut dilakukan di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, P3TKI Surabaya yang beralamat di Jalan Bendul merisi 2 Surabaya.

L sendiri adalah satu dari sepuluh korban yang meminta bantuan IMWU dan Kabar Bumi Ponorogo, karena kasus penahanan dokumen yang dilakukan oleh PT GSA. Dokumen mereka ditahan oleh PT ketika melakukan proses pemberangkatan ke Hong Kong. Dari sepuluh korban, L adalah BMI yang terakhir dokumennya dikembalikan oleh PT GSA.

Proses mediasi untuk mengambil dokumen para korban sendiri memakan waktu yang cukup lama dan alot. Laporan penahanan dokumen ini sendiri pertama kali dilaporkan ke kantor P4TKI Madiun oleh pengurus IMWU Hong Kong dan pengurus Kabar Bumi Ponorogo pada Agustus 2018. Kesepuluh korban saat itu melaporkan kasus overcharging dan penahanan dokumen yang mereka alami di posko terbuka yang diadakan oleh IMWU Hong Kong

Tidak mendapatkan respon dan penanganan oleh P4TKI, laporan penahanan dokumen yang dilakukan oleh PT GSA kemudian dikirim ke Kementrian Tenaga Kerja. PT GSA sempat mendapatkan intruksi dari Kementrian untuk segera mengembalikan dokumen para korban, namun intruksi tersebut tidak digubris, dan PT GSA tetap membandel. Akhirnya pengurus Kabar Bumi memasukkan pengaduan ke P3TKI Surabaya. Setelah beberapa kali mediasi dan desakan akan membawa kasus penahanan dokumen dan overcharging yang dilakukan oleh pihak PT ke pengadilan, akhirnya mereka bersedia mengembalikan dokumen milik korban.

Pihak PT GSA (berbaju biru, kiri) mengembalikan dokumen kepada perwakilan Kabar Bumi (kanan) sebagai pendamping BMI disaksikan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, P3TKI Surabaya.

Mujiasih, selaku pengurus Kabar Bumi Ponorogo yang terlibat langsung dalam proses mediasi menyampaikan pesan kepada BMI yang menjadi korban penahanan dokumen maupun overcharging yang dilakukan oleh PT, agar jangan takut melapor dan jangan menyerah memperjuangkan hak-haknya.
“Memang membutuhkan kesabaran yang panjang untuk memperjuangkan kasus ini, mengingat birokrasi di Indonesia sangat pelik. Namun jangan pantang menyerah, karena apa yang diperjuangkan tidak akan pernah sia-sia.”

IMWU dan Kabar Bumi sendiri tetap aktif melakukan pendampingan kasus overcharging dan penahanan dokumen yang dilakukan oleh PT maupun agen. Berikut ini adalah nomer kontak yang bisa dihubungi untuk melakukan konsultasi:
IMWU Hong Kong
Warni: 98642232
Sonia: 5600 1526
Rahma: 5131 0257

Kabar Bumi
Mujiasih: +62 852 3316 2748
Sriati: +62 813 3679 2317
Erwiana: +62 822 4494 0555

(aiy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *