Pres Rilis: GAMMI Hong Kong Gelar Kongres ke–15

Buruh Migran
Tujuh pengurus terpilih GAMMI di kongres ke-15 (21/05/2023)

Ahad, 21 Mei 2023

Assalamu’alaikum Warahmatullohi Wabarakaatuhu

Gabungan Migran Muslim Indonesia-Hong Kong (GAMMI) menggelar Kongres ke-15 pada Minggu, 21 Mei 2023, dengan tema “Mari perkuat GAMMI dengan memperbanyak kerja pendidikan, menambah keanggotaan, memperluas kerja jaringan dan silaturahmi untuk memperkuat perjuangan, mempertahankan hak-hak kita sebagai Muslimah dan Migran Indonesia”.

Kongres merupakan pertemuan tertinggi yang dihadiri seluruh anggota, dan dilakukan satu tahun sekali untuk melaporkan kegiatan dan kerja pengurus sesuai mandat yang diberikan, serta sebagai ruang demokrasi bagi seluruh anggota dalam mengambil keputusan tertinggi untuk memajukan GAMMI di masa depan.

Kongres kali ini dihadiri 110 anggota GAMMI, yang digelar di Tenda Putih atas, Victoria Park, Causeway Bay. Dalam laporan pertanggungjawabannya, Ketua GAMMI Romlah Rosidah, mengungkapkan bahwa di usianya yang sudah 17 tahun, GAMMI mampu mempertahankan diri sebagai satu-satunya aliansi Muslimah yang terlibat aktif dalam perjuangan membela nasib buruh migran dan anggota keluarganya, baik di Hong Kong, Indonesia, maupun negara lainnya.

Sebagai aliansi Muslimah yang progresif, GAMMI aktif menyelenggarakan kegiatan sebagai sarana dakwah dengan berbagai macam peringatan hari besar Islam dan syi’ar agama di Hong Kong.

Selama satu tahun terakhir, GAMMI telah menangani 177 kasus, yang terbanyak adalah cara memperpanjang visa kerja.

Dalam Kongres, turut hadir Sringatin, Koordinator JBMI Hong Kong, yang memberikan pidato solidaritasnya. Sring mengatakan, sejak tahun 2005 GAMMI sudah bisa mengubah teman-teman buruh migran untuk percaya diri, membantu memperbaiki hak-hak teman-teman migran.

“Mengapa GAMMI konsisten dalam memperjuangkannya? Kok GAMMI tidak ikut-ikutan menjadi partai politik? Karena teman-teman migran percaya yang bisa mengubah nasib kaum migran hanya migran itu sendiri. Kalau GAMMI dipimpin orang yang selain buruh migran, maka GAMMI akan dibawa kearah yang lain,” ujar Sring.

“Sebentar lagi pemilu, prinsipnya GAMMI apa? Kalau GAMMI tidak segera menyatukan diri, tidak memiliki komitmen untuk menghadapi pemilu tahun 2024 ke depan, maka kita bisa bubrah, agama digunakan untuk politik. Jadi GAMMI harus punya prinsip, mengutamakan persatuan, jangan karena hanya beda pilihan GAMMI mau dipecah belah,” imbuh Sring.

Kongres telah mengesahkan 7 anggota delegasi dari berbagai majelis anggota GAMMI, di antaranya Romlah Rosidah dari ATKI Hongkong, Armi Suparmi dari Komunitas BMI Bebas Berkreasi (KOBBE), Dzurriyatun Thoyyibah dari Syi’ar NTB, Windari dari Al Istiqomah, Suparti Nisa dari Keluarga Menuju Surga (KMS), Sari dari Al Islami, Indrawati dari Persatuan Pengusaha Sholikhah Indonesia (PPSI).

Selamat atas terselenggaranya Kongres GAMMI ke–15.

Semoga para pengurus dan anggota GAMMI mampu membawa kemajuan yang lebih baik lagi.

Wassalamu’alaikum Warahmatullohi Wabarakaatuhu.

Narahubung:
Romlah Rosidah, Ketua GAMMI Hong Kong: (+852 ) 96087545

Please follow and like us:
No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita
Diputus Kontrak Karena Menjalankan Ibadah, PMI Tuntut Majikan

Seorang pembantu rumah tangga asal Indonesia menggugat mantan majikannya atas diskriminasi yang dialaminya setelah ia dilarang melakukan ibadah dan mengenakan jilbab serta pakaian Muslim dan salat pada hari kerjanya. PMI yang bernama Dwi Lestari juga menuntut ganti rugi lebih dari HK$250.000. Seperti yang dimuat dalam koran online South China Morning …

Aksi
Aksi Tuntutan Kenaikan Gaji dan Perbaikan Akomodasi PMI di Hong Kong

Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong telah menggelar aksi pada hari Minggu, 03 Agustus 2023 menuntut kenaikan gaji dan perbaikan akomodasi. Tuntutan ini muncul sebagai respons terhadap kondisi kerja yang sulit dan biaya hidup yang tinggi di negara tersebut. Aksi diikuti oleh Indonesian Migrant Workers Union ( IMWU) , …

Berita
KJRI Hong Kong Merendahkan Hak PRT Migran

Hong Kong 04 April 2023, JBMI Hong Kong mengecam sikap KJRI yang sangat lemah dalam melakukan diplomasi dengan pemerintah Hong Kong terkait perlindungan PRT migran. Dalam beberapa dialog antara JBMI dan KJRI yang dilakukan, KJRI selalu menyampaikan bahwa harus menghormati aturan pemerintah Hong Kong salah satunya adalah tuduhan Job Hopping …