NIA: Rekor 40 Pekerja Migran Indonesia Dideportasi dari Taiwan Dalam Satu Hari

Sebanyak empat puluh buruh migran Indonesia dideportasi oleh Badan Imigrasi Nasional (NIA), Senin (27/05/2019). Jumlah ini adalah rekor terbesar deportasi yang dikenakan terhadap buruh migran dalam sehari sejak NIA beroperasi.

Korps Urusan Distrik Utara NIA mengerahkan hampir 50 petugas dari Kabupaten Yilan, Kota Taipei, Kota Taipei Baru, dan Keelung pada hari Senin untuk melancarkan operasi untuk pemulangan 40 buruh migran asing ke negara asal mereka.

Dilansir dari Taiwannews, semua buruh migran asing yang dipulangkan adalah warga negara Indonesia, terdiri dari 30 perempuan dan 10 laki-laki. Ke-40 orang itu ditangkap karena melanggar hukum atau memperpanjang masa berlaku visa mereka.

Sebelumnya, Selasa (21/05/2019) NIA melakukan operasi besar-besaran dalam upaya menekan buruh asing yang melakukan pelangaran visa. Dalam operasi tersebut NIA menangkap 165 buruh migran ilegal. Menurut badan tersebut ini rekor baru bagi buruh migran paling ilegal yang ditangkap dalam satu hari oleh NIA.

NIA mengatakan bahwa lonjakan jumlah buruh migran asing yang ditahan menyebabkan kepadatan di tempat penampungan Yilan. Badan tersebut mengatakan bahwa untuk menghormati pentingnya “hak dan kepentingan orang-orang yang ditahan,” dan untuk menghindari keterlambatan dalam masa tinggal dan pemulangan mereka, Tempat Perlindungan Yilan mengatur pemulangan cepat 40 buruh migran.

Dari layanan khusus tersebut, NIA berharap dapat memenuhi keinginan buruh migran yang ditahan untuk kembali ke negara asal mereka dan bersatu kembali dengan keluarga mereka dengan cara yang cepat. NIA memastikan tindakan ini sesuai nilai-nilai inti lembaga dengan “menyelidiki ilegalitas dan melindungi hak asasi manusia.”

Bulan lalu (28/04/2019) ratusan buruh migran turun kejalan di Taipei memprotes sistem pialang dan menuntut agar sistem itu diganti dengan sistem perekrutan langsung pemerintah-ke-pemerintah.

Sumber: taiwannews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *