MOVERS Indonesia gelar penyuluhan bea dan cukai untuk BMI Hong Kong

Yau Ma Tei, Minggu (26/05/2019) Movers Indonesia selenggarakan penyuluhan Bea Cukai dengan mengudang Atase Keuangan Republik Indonesia di Hong Kong, Imik Eko Putro.

Acara tersebut diselenggarakan setelah banyak permintaan informasi yang diajukan buruh migran kepada organisasi konseling dan pelayanan, Movers.

Arus BMI di Hong Kong yang keluar masuk Indonesia semakin ramai. Terutama musim mudik seperti menjelang dan selama perayaan hari besar umat Islam, Idul Fitri.

Seti Rahayu, Ketua Movers menyampaikan dalam sambutannya berharap dari penyuluhan tersebut bisa mendidik anggotanya agar mampu memberikan pendampingan dan pemberi informasi kepada buruh migran paska penyuluhan.

“Harapan kita, semua bisa faham aturan terbaru Bea Cukai, bagaimana mengatur barang bawaan dan faham apa yang bisa dilakukan jika barang disetop ketika masuk atau keluar Indonesia.”

Jeda waktu kepulangan BMI yang rata rata dua tahun sekali membuat BMI sering membawa barang sebagai oleh-oleh atau barang keperluan pribadi yang jumlah dan nominal harganya tidak sedikit.
Dari barang bawaan tersebut BMI sering dibuat pusing ketika terbentur dengan aturan Bea Cukai yang informasinya tidak tersebar sampai ke masyarakat bawah.

Atase Keuangan RI, Imik Eko Putro menjelaskan Bea Cukai mengenakan batasan jumlah, nominal harga dan larangan pada beberapa barang.

Dalam penyuluhan tersebut, Imik menyampaikan fasilitas Bea Cukai yang diberikan kepada masyarakat tanpa dikenai pajak dengan syarat ditentukan. Yaitu terkait barang penumpang, barang kiriman dan barang pindahan.

“Barang penumpang yaitu barang bawaan pribadi yang dibawa masuk Indonesia dengan batasan 500 USD per orang, jika melebihi dari ketentuan akan dikenakan pajak.”

Imik memberikan contoh jika penumpang berkelompok, terdiri dari ayah membawa barang kebutuhan pribadi berupa dompet seharga 300 USD dan sepatu seharga 400 USD, ibu membawa tas seharga 1000 USD, anak pertama membawa sepatu seharga 400 USD, anak kedua membawa baju seharga 200 USD dan anak ketiga membawa mainan seharga 50 USD. Karena
Ibu yang barang seharga 1000 USD dan barang tunggal, ibu dikenai pajak. Sedangkan bapak meski total melebihi 500 USD tidak dikenai pajak karena salah satu barang bisa di titipkan kepada anak yang lain asalkan kemudian tidak melebihi dari 500 USD.

Masyarakat Indonesia seperti halnya buruh migran yang berencana pulang ke tanah air setelah selesai kontrak atau tugas lain dengan membawa semua barang dikategorikan sebagai barang pindahan. Imik menjelaskan, Bea Cukai memberi fasilitas pembebasan pajak dengan syarat mengajukan surat permohonan mendapatkan rekomendasi bebas pajak barang pindahan dengan menyebut jumlah jenis dan kondisi barang. Dan minimal telah tinggal selama satu tahun di Hong Kong.

(SM)

Please follow and like us:
error0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *