July 13, 2020

Sinar Migran

Media Informasi Pemberdayaan Buruh Migran

Menyambut Peringatan Hari Migran Internasional, JBMI Gelar Pameran Foto dan Video Karya Buruh Migran


Seorang pengunjung tengah mengamati foto karya buruh migran. /SM

Jaringan Buruh Migran Indonesia di Hong Kong, sebuah aliansi terbuka yang beranggotakan organisasi buruh migran melakukan pemanasan menyambut peringatan hari migran sedunia dengan memamerkan foto dan video karya anggotanya.

Pameran tersebut mengangkat tema “di tanah yang sama, bukan di tempat yang sama” karya-karya tersebut menggambarkan kehidupan buruh migran Indonesia di Hong Kong dari berbagai sudut, waktu, perisitiwa dan di tempat yang berbeda di negara Hong Kong dengan jumlah buruh migran Indonesia 167,000 dari total  seluruh buruh migran 380.000 orang dari berbagai kebangsaan yang bekerja sebagai Pekerja Rumah Tangga.

Lennie Camello, Ketua panitia penyelenggara menyebutkan, bahwa buruh migran tidak lepas dari foto dan video, baik mulai dari saat  mengekspresikan diri, merekam kejadian penting sampai berkomunikasi dengan sanak keluarga di tanah air.

“Mayoritas BMI menggunakan telepon genggam yang sudah modern dan diantara mereka juga ada yang memiliki kamera, dari sinilah kami ingin teman-teman buruh migran memaksimalkan sarana tersebut untuk hal-hal yang positif.”

Lennie menambahkan, pameran tersebut  terselenggara sebagai hasil dari grup belajar anggota JBMI yang berkeinginan mengasah  kemampuannya dalam merekam kejadian penting. Selain itu, melalui foto dan video belajar  rekaman dan membaca kondisi buruh migran serta perjuangannya selama diluar negeri.

Selama belajar dan menggelar pameran tersebut, JBMI mendapat pendampingan dari V-Artivist (va), sebuah kelompok lokal yang mempopulerkan seni dan proses kreatif, dari grup minoritas di Hong Kong dan dari  Coreda, sebuah kelompok warga mandiri yang bertujuan mengembangkan aksi saling membantu dan bekerja sama di daerah Sham Shui Po.

Dari pemeran foto dan video ini diharapkan bisa  mempromosikan  kegiatan positif buruh migran kepada orang lain terutama warga Hong Kong dengan tujuan supaya mereka dapat melihat sudut pandang yang berbeda dari pesan foto dan pemutaran film dokumenter pendek tentang pekerja rumah tangga migran di Hong Kong.

Apresiasi serta dukungan pengunjung yang ditempel dalam lembaran kertas

Kondisi libur yang terbatas  atau hanya sekali dalam seminggu tidak menghalangi anggota grup belajar foto dan berkumpul sejak bulan Juni lalu untuk terus meningkatkan kemampuan dan membagikan hasil karyanya untuk di nikmati orang lain serta untuk mendapatkan dukungan dalam memperjuangan keadilan migran.

Pameran yang digelar dari pukul 2 sampai 5 sore di Sham Shui Po, tepatnya di ruang umum, persimpangan jalan Ki Lung dan Nam Cheong pada Minggu 01 Desember 2019 berjalan aman dan sukses menarik perhatian khalayak umum.

Selain memamerkan foto dan video, anggota JBMI juga memperkenalkan beberapa makanan ringan dan rempah rempah asal Indonesia dan membuka  posko pelayanan dan konseling ketenagakerjaan.

Jeppy, salah satu peserta yang memamerkan foto karyanya sedang menjelaskan ke pengunjung.

Diantara foto dan video yang dipamerkan, bisa dilihat bagaimana kondisi buruh migran yang masih belum sejahtera dan mengalami berbagai diskriminasi baik di tempat kerja ataupun didalam masyarakat Hong Kong, tambah Lennie.

Lennie mengajak semua buruh migran  untuk tidak takut dan malu ikut terlibat dalam memperjuangkan hak dan keadilanya dengan berbagai cara baik melalui aksi, tulisan, foto, video atau hal-hal lainnya.

(Nel)

Please follow and like us:
error4
Tweet 20
fb-share-icon20