July 13, 2020

Sinar Migran

Media Informasi Pemberdayaan Buruh Migran

Kasus virus Korona meningkat: 17 meninggal, 647 terinfeksi, 2 ada di Hong Kong

Penderita virus Korona dibawah pengawasan. Foto scmp.

Hong Kong-Kamis (23/01/2020) Otoritas Kesehatan China mencatat peningkatan jumlah kasus persebaran virus Korona. Sejumlah 632 orang terinveksi dan 17 dinyatakan meninggal. Jumlah tersebut keseluruhan berasal dari Hubei, China daratan dimana Wuhan menjadi ibukotanya.

Sementara Kasus Virus Korona lainnya 4 di Thailand, 2 orang di Hong Kong, 2 orang di Makau, 2 orang di Vietnam 1 orang di Taiwan, 1 orang di Jepang, 1 orang Korea Selatan dan 1 orang di Amerika Serikat dan 1 orang di Singapura.

Hong Kong melaporkan dua kasus infeksi virus Korona pertamanya pada hari Rabu (22/01/2020). Setelah salah satu dari rombongan keluarga yang akan ke Manila melalui Hong Kong hari Selasa dihentikan oleh petugas kesehatan imigrasi karena menunjukkan tanda-tanda demam. Istrinya, dua putra dan ibu mertua, yang tidak menunjukkan gejala, semuanya diizinkan meneruskan perjalanan dan tinggal sementara di Empire Hotel Kowloon di Tsim Sha Tsui sebelum mengambil penerbangan ke Manila pada Rabu pagi.

Sophia Chan Siu-chee, Kepala Dinas Kesehatan mengatakan lelaki itu pertama kali naik kereta berkecepatan tinggi G1015 dari Wuhan ke Shenzhen Utara di kursi 10D, kemudian duduk di kursi 2D dalam kereta G5607 menuju Kowloon Barat, Hong Kong.

Kereta MTR yang ditumpangi telah meninggalkan Stasiun Kowloon Barat ketika Otoritas Kesehatan mengumumkan salah satu penumpang terinveksi virus Korona. Namun pihak MTR telah bertindak cepat melakukan pembersihan dan mendisinfeksi kursi dan gerbong serta ruang disekitar tempat lelaki itu duduk.
Otoritas Kesehatan juga membuka nomer hotline untuk melacak penumpang yang berada di kereta yang sama dengan pasien.
Dan melacak empat anggota keluarga dari salah satu pasien di Hong Kong, yang diketahui telah melanjutkan perjalanan mereka ke Manila, Filipina.
Sementara Direktur Dinas Kesehatan, Dr Constance Chan Hon-yee mengatakan orang-orang yang berhubungan dekat dengan pasien akan dikirim ke kamp karantina.
“Secara umum, [mereka yang duduk] di barisan yang sama, dan dua baris di depan dan belakang akan dianggap sebagai kontak dekat,” katanya.

Dia menambahkan bahwa mereka yang telah duduk lebih jauh akan disarankan untuk memantau kesehatan mereka sendiri dan mencari perawatan medis jika mereka mengalami gejala pneumonia.

Lelaki kedua, yang dikarantina berasal dari Hong Kong. Ia pergi ke Wuhan pada 10 Januari dan kembali pada 19 Januari. Mengaku tidak sehat ia lalu mengunjungi Rumah Sakit Prince of Wales namun hasilnya nihil dari gejala demam atau pneumonia.

Dia kembali ke rumah sakit yang sama dua hari kemudian, ketika staf rumah sakit mengidentifikasi beberapa bayangan dalam rontgen paru-paru. Lelaki tersebut dikirim ke bangsal isolasi karena positif terserang virus Korona.

Please follow and like us:
error4
Tweet 20
fb-share-icon20