KABARBUMI bekali pelajar dan masyarakat cegah perdagangan orang

Ketua Kabarbumi Sumbawa Barat bersama pelajar dalam acara sosialisasi pendidikan pencegahan TPPO.

Sumbawa Barat-SM (19/11/2019). Meski telah ada undang undang terkait Tindak Pidana Perdagangan Orang atau TPPO sejak tahun 2007, korban masih terus berjatuhan.

Menurut Marni Sulastri, ketua KABARBUMI Sumbawa Barat
“Kami menemukan adanya hukum perlindungan dan informasi tenaga kerja yang tidak merata ke pelosok daerah dan kemiskinan menjadi faktor utama masyarakat menjadi korban jeratan TPPO.
Korbanpun tidak usia baik laki laki dan perempuan.”

Melihat pentingnya informasi agar sampai  kepada masyarakat dan upaya menghindari  jeratan  TPPO, sejak September 2019 KABARBUMI Sumbawa Barat menggandeng Kemdikbud dan Pemda setempat mensosialisasikan Pencegahan TPPO di Kabupaten yang menjadi salah satu kantong terbesar buruh migran di Nusa Tenggara Barat.

Acara yang dilakukan selama tiga hari berturut turut  juga turut mengundang guru pembimbing, perwakilan OSIS, perwakilan camat, pramuka, karang taruna sampai ibu  PKK dan PKBN.

Upaya tersebut menurut Marni, agar pemahaman terkait perlindungan bisa menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama.

Rangkaian Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Eksploitasi Seksual Komersial Anak (ESKA) juga dilakukan dengan mengundang siswa siswi SMPN 1 Seteluk di mesjid Al Hidayah Kecamatan Seteluk. Senin, 11 November.

Berlanjut di Desa Kertasari. Kamis, 14 November, daerah pesisir yang menjadi jalur tikus tempat penyelundupan keluar daerah Sumbawa Barat melalui jalur laut. Dan
Di MTsN Taliwang. Senin, 18 November.

KABARBUMI juga melakukan pemutaran film pendek bertema pencegahan perdagangan orang.

SM

Please follow and like us:
error0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *