Chan akui pukul Rasi sampai hidung retak

Pada hari Rabu (27 Februari), Jenny Chan Yun Hui (41) mengakui 3 tuduhan yang dibacakan Wakil Jaksa Penuntut Umum, Kelly Ho dalam persidanganan.

Perlakuannya tersebut menyebabkan Rasi (27) pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia luka di kepala, mata, telinga, hidung retak dan luka lain.

Kekerasan fisik, kerja over dan dilarang berkomunikasi

Rasi dipekerjakan oleh suami Chan dan mulai bekerja untuk keluarga tersebut di kondominium Water Place, Tanjong Rhu Road sejak Februari 2016.

Chan membuat jadwal kerja yang ketat untuk diikuti. Memulai dari pukul 6 pagi, Rasi melakukan semua pekerjaan termasuk memasak, mencuci dan menyeterika pakaian dibawah pantauan Chan melalui beberapa kamera CCTV yang dipasang di kondominium.

Dua bulan setelah Rasi dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga, Chan mulai melakukan kekerasan secara fisik.

Karena kurang istirahat, Rasi sering tertidur selama tugas membuat Chan marah.
Suatu saat antara bulan April dan 20 Juni 2016, Chan menjadi kesal karena Rasi belum menyelesaikan tugas paginya. Meski Rasi telah meminta maaf, Chan tetap meninju matanya.

Ketika Rasi membersihkan lantai dapur, Chan memukul punggungnya dengan tangannya. Dia kemudian memukul bagian belakang kepala Rasi dengan mangkuk plastik sampai berdarah.

Chan membilas darah dengan kepala pancuran sebelum mengoleskan minyak obat pada kepala Rasi. Dia tidak membawa pembantunya tersebut ke klinik untuk perawatan medis lebih lanjut.

Selain kekerasan fisik dan kerja over, Rasi tidak memiliki dan dilarang menggunakan ponsel. Ia juga dilarang berbicara dengan tetangganya.

Berbagai insiden kekerasan

Pada kesempatan lain, kesal karena Rasi terlambat bangun, Chan meninju hidung Rasi beberapa kali bahkan ketika Rasi mengatakan dia tidak dapat bernapas melalui hidungnya. Rasi menderita patah tulang hidung sebab insiden tersebut.

Kepada Chan, Rasi mengatakan akan berhenti dari pekerjaanya, namun
Chan mengancam, jika Rasi melarikan diri, dia akan memanggil polisi dan memenjarakannya selama 20 tahun, menyebabkan Rasi takut jika dia tidak akan dapat melihat putranya lagi.

Di hari yang sama, ketika Rasi tertidur ketika membersihkan kamar, Chan mencubit telinganya dengan kuku jarinya, menyebabkan telinga Rasi berdarah.

Chan juga memukul muka Rasi berkali kali sampai mata kirinya bengkak dan tidak bisa melihat selama 30 menit. Chan kemudian merawat Rasi dengan kapas dan minyak obat. Lagi, dia tidak membawa Rasi ke dokter.

Pada 19 Juni 2016, Rasi berhasil berbicara dengan pembantu lain di sekitar kondominium dari balkon apartemen majikannya.

Ia disarankan naik taksi ke Kedutaan Indonesia untuk meminta bantuan.
Baru keesokan harinya Rasi melarikan diri ke Kedutaan Indonesia di Singapura. Dia kemudian dirawat di Rumah Sakit Tan Tock Seng selama dua hari berikutnya.

Dari hasil laporan medis, Rasi menderita memar di kepala dan di sekitar matanya, rambut rontok, lecet di telinga, lengan, dada, wajah bengkak, dan tulang hidung retak serta bekas cubitan di lengan dan bekas cedera lainnya.

Sidang kasus Chan ditunda sampai 11 maret 2019 untuk menentukan apakah kondisi mentalnya berpengaruh pada tindakannya termasuk menentukan jadwal sidang putusan hukuman.

Karena telah menyebabkan luka serius, Chan terancam hukuman denda dan penjara maksimal 15 tahun.

(Ma)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *