20 tahun berkiprah, IMWU Hong Kong ajak buruh migran perkuat solidaritas, berorganisasi dan perjuangkan hak dasar buruh

20 tahun berkiprah, IMWU Hong Kong ajak buruh migran perkuat solidaritas, berorganisasi dan perjuangkan hak dasar buruh

Bertempat di Mei Foo, Minggu (03/11/19) IMWU (Indonesian Migrant Workers Union) Hong Kong rayakan hari jadi yang ke 20.

Dengan mengusung Tema “Perkuat solidaritas untuk memperjuangkan dan memperbaiki hak buruh migran dengan bergabung bersama IMWU sebagai serikat buruh yg konsisten memperjuangkan buruh migran”

Acara di buka dengan tarian One Billion Rishing yaitu tarian pembebasan dari belenggu – menolak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dilanjutkan dengan syukuran, gelar seni tari dan gubahan lagu, pidato tiap ranting serta testimoni pentingnya organisasi.

Selain untuk mempererat persatuan dan keakraban antar anggota, acara tersebut juga bertujuan melatih anggota untuk keberanian dan percaya diri berbicara di depan publik berbagi pengalaman kepada massa sekitar bagaimana bergabung menjadi anggota IMWU, mendobrak dan melawan rasa takut dalam diri, serta menyampaikan keuntungan-keuntungan berorganisasi melalui Pidato.

Di acara dan tempat yang sama, IMWU juga membuka pelayanan konseling gratis dan pengaduan Overcharging yang ditangani oleh beberapa orang tim paralegal IMWU.

Dihadiri puluhan orang anggota IMWU dan beberapa orang perwakilan dari LiPMI ( Liga Pekerjaan Migran Indonesia ) berlangsung sederhana namun meriah sejak pukul dua belas sampai empat sore.
Acara ditutup dengan potong tumpeng dan makan bersama dan do’a dari seluruh anggota, kelak IMWU semakin solid, militan, dan terus memberikan pelayanan kepada kawan-kawan Buruh Migran Indonesia.

Sekilas Sejarah IMWU

IMWU terdaftar secara resmi sejak 16 Oktober 1999 di Daftar Serikat Buruh ( RTU ) dengan nomor 958 Departmen Tenaga Kerja Hongkong. Dan Serikat tertua yang anggota dan pengurusnya adalah BMI di Hong Kong.

Cikal bakal IMWU sendiri sebenarnya telah dimulai oleh tiga orang sejak tahun 1993 dengan nama IG atau Indonesian Grup. Untuk
lebih memaksimalkan keterlibatannya dalam penanganan kasus Buruh Migran Indonesia (BMI), kemudian IG didaftarkan sebagai Serikat Buruh bernama IMWU enam tahun kemudian.
Karena resmi, maka IMWU lebih leluasa membela BMI dan mendampingi di pengadilan juga terlibat negosiasi.

Hingga saat ini IMWU terus melakukan advokasi, aksi, dan dialog dalam memperjuangkan hak dan memperkuat posisi BMI dalam perbaikan kondisi kerja. IMWU juga konsisten memberdayakan BMI agar faham bagaimana melindungi diri dan bertindak ketika bermasalah dengan majikan ataupun agen.

(Wib)

Please follow and like us:
error0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *